Kasus ISPA di Kalsel Meningkat akibat Kabut Asap Karhutla

  • 29 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kasus ISPA di Kalimantan Selatan mencapai 7.995 kasus hingga Juli 2026, meningkat signifikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menurunkan kualitas udara.
  • Jumlah kasus ISPA pada periode Juli 2026 hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, menunjukkan eskalasi masalah kesehatan yang serius.
  • Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar menjadi tiga wilayah terparah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi dan paling terdampak kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Selatan meningkat tajam seiring menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 7.995 kasus ISPA.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, sekaligus daerah yang terdampak kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr. H. Diauddin, M.Kes., mengatakan penurunan kualitas udara akibat karhutla menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya kasus gangguan saluran pernapasan. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan sejumlah wilayah lainnya dalam dua hari terakhir mulai membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut turut memperbaiki kualitas udara di beberapa kawasan.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat tetap waspada karena potensi munculnya titik api masih tinggi selama musim kemarau berlangsung. Upaya pencegahan karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat terus menjadi prioritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....