Bullying dan Kekerasan Anak Jadi Perhatian Serius Pemko Banjarmasin

  • 27 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kota Banjarmasin mencatat 108 kasus kekerasan terhadap anak dari Januari hingga pertengahan Juli 2026, menunjukkan urgensi penanganan masalah ini.
  • Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen memerangi bullying dan kekerasan anak melalui penguatan edukasi, penyediaan ruang ramah anak, dan pelibatan aktif masyarakat.
  • Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar menekankan penyediaan ruang publik yang aman untuk memberikan aktivitas positif bagi anak-anak di luar rumah.
  • Kepala DPPPA Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, mengungkapkan bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual dan kekerasan fisik.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Banjarmasin masih menjadi persoalan serius. Sejak Januari hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak 108 kasus kekerasan terhadap anak, sehingga mendorong pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan.

Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya memerangi perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak melalui penguatan edukasi, penyediaan ruang ramah anak, serta pelibatan aktif masyarakat. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan pemerintah juga berupaya menyediakan ruang publik yang aman agar anak-anak memiliki aktivitas positif di luar rumah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, mengungkapkan bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual dan kekerasan fisik. Ia menyebut sekitar 75 persen korban merupakan perempuan, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut Ramadhan, pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara menyeluruh melalui peran keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia menilai perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Untuk memperkuat langkah pencegahan, DPPPA terus menjalankan program BESTI (Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying) yang menyasar pelajar SMP dan SMA di Kota Banjarmasin. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa sekaligus menekan angka kekerasan terhadap anak di Kota Seribu Sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....