Hari Anak Nasional Soroti Meningkatnya Kekerasan terhadap Anak

  • 24 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kasus kekerasan anak di Banjarmasin meningkat menjadi 65 kasus hingga Juni 2026.
  • Kenakalan remaja menjadi pemicu utama peningkatan kasus pada anak laki-laki.
  • Kekerasan psikis dan seksual masih mendominasi kasus.
  • Hari Anak Nasional menjadi momentum memperkuat perlindungan anak.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Banjarmasin. Hingga Juni 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 65 kasus kekerasan terhadap anak atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berjumlah 56 kasus.

Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin, Susan, mengatakan peningkatan kasus secara signifikan terjadi pada kelompok anak laki-laki. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu maraknya kenakalan remaja, seperti tawuran hingga penganiayaan yang melibatkan anak di bawah umur.

Fenomena tersebut juga menjadi perhatian kepolisian. Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Timbul R. K. Siregar, mengungkapkan mayoritas remaja yang diamankan dalam kasus tawuran masih berusia belasan tahun dan memanfaatkan media sosial untuk mencari lawan.

Selain aksi kenakalan remaja, UPTD PPA juga mencatat berbagai bentuk kekerasan lainnya masih terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan. Kasus kekerasan psikis menjadi yang terbanyak dengan 16 kasus, disusul kekerasan seksual sebanyak 15 kasus.

Momentum Hari Anak Nasional diharapkan menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menekan angka kekerasan serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....