Kekurangan Guru SLB Jadi Tantangan Pendidikan Inklusif di Kalsel

  • 22 Jul 2026 08:54 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kalimantan Selatan masih kekurangan 408 guru SLB.
  • Keterbatasan guru PLB memengaruhi layanan pendidikan inklusif.
  • Total kebutuhan guru di Kalsel mencapai 1.140 orang.
  • Disdikbud Kalsel berupaya memenuhi kebutuhan guru secara bertahap.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kekurangan tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menjadi tantangan dalam pengembangan pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan. Kondisi ini dinilai memengaruhi kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus karena masih terbatasnya guru yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB), Selasa, 21 Juli 2026.

Ketua PIK POTADS Kalimantan Selatan, Sigit Bayu Adhi, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik pada jenjang SLB lebih kompleks dibandingkan sekolah reguler. Selain menguasai materi pembelajaran, guru juga harus memiliki kompetensi khusus dalam mendampingi peserta didik dengan beragam kebutuhan.

Menurut Sigit, keterbatasan sekolah lanjutan bagi anak berkebutuhan khusus turut dipengaruhi minimnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi pendidikan khusus. Ia menilai keberadaan guru pendamping menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai 1.140 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 408 guru dibutuhkan pada jenjang SLB, sedangkan 212 guru untuk SMA dan 520 guru untuk SMK yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat, ST., MT., mengatakan pemenuhan kebutuhan guru masih menghadapi kendala karena proses pengadaan aparatur harus mengikuti regulasi pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar kekurangan tenaga pendidik, termasuk guru berlatar belakang PLB, dapat dipenuhi secara bertahap guna mendukung pemerataan pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....