Musik Tradisi Kalsel Bersiap menuju Panggung Dunia

  • 18 Jul 2026 16:52 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • MTN Lab x Lab-Batang Banyu Gawi Sabumi 2026 membina talenta muda musik tradisi Kalimantan Selatan.
  • Program merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, UPTD Taman Budaya Kalsel, dan Komune.
  • Sebanyak 25 talenta terbaik dari lima kelompok menampilkan karya hasil inkubasi musik tradisi.
  • Pembinaan difokuskan pada inovasi musik tradisional agar memiliki identitas baru dan berdaya saing internasional.
  • Program berlanjut melalui Antasan Banjar II pada September 2026 untuk memperkuat regenerasi musisi tradisi Banua.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya melahirkan wajah baru musik tradisional Kalimantan Selatan terus digencarkan melalui program MTN Lab x Lab-Batang Banyu Gawi Sabumi 2026. Program ini membina puluhan talenta muda agar mampu menciptakan karya yang berakar pada budaya lokal sekaligus berdaya saing internasional.

Rangkaian MTN Presentasi digelar di Halaman Panggung Bakhtiar Sanderta, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui DAK Nonfisik Bidang Kebudayaan, serta Komune.

Tim Ahli MTN Seni Budaya Bidang Musik, Aristofani Fahmi, mengatakan Kalimantan Selatan memiliki modal besar berupa kekayaan musik tradisi yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu membentuk identitas musik baru.

Kepala Program Lab Batang Banyu, Novyandi Saputra, menjelaskan MTN Presentasi merupakan lanjutan dari proses pembinaan yang dimulai melalui program MTN Asah Bakat tahun lalu. Sebanyak 25 talenta terbaik yang tergabung dalam lima kelompok dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan menampilkan karya hasil proses inkubasi.

Novyandi optimistis pembinaan yang dilakukan secara berjenjang akan memperkuat regenerasi pelaku musik tradisional di Kalimantan Selatan. Sebagai tindak lanjut, penyelenggara juga menyiapkan program Antasan Banjar II pada September 2026 untuk melahirkan lebih banyak musisi muda dengan karya inovatif yang mampu membawa musik tradisional Banua ke tingkat nasional hingga internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....