Jalan Veteran Ambles, Arus Lalu Lintas Dialihkan

  • 17 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • uas Jalan Veteran Km 5,5 di Sungai Lulut ditutup total akibat ambles parah.
  • PUPR Kalsel melakukan perbaikan darurat yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga minggu.
  • Arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Rahayu sehingga memicu kepadatan di jalur alternatif.
  • Satlantas Polresta Banjarmasin menerapkan rekayasa lalu lintas, sementara Dishub menurunkan personel untuk mengatur arus kendaraan.
  • Amblesnya jalan diduga dipicu abrasi Sungai Martapura dan beban kendaraan berat.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pasca ambles parah, ruas Jalan Veteran Kilometer 5,5 di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, resmi ditutup total. Penutupan dilakukan menyusul dimulainya pekerjaan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga minggu.

Petugas membongkar badan jalan yang rusak dan memasang cerucuk galam di sepanjang tepi Sungai Martapura untuk menahan pergerakan tanah agar kerusakan tidak semakin meluas. Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan dari arah Sungai Lulut menuju pusat Kota Banjarmasin maupun sebaliknya dialihkan melalui Jalan Rahayu.

Pengalihan arus menyebabkan volume kendaraan di jalur alternatif meningkat sehingga antrean mengular hingga kawasan Gardu Mekar Indah dan Jalan Pramuka. Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, AKP Embang Pramono, mengatakan pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak penutupan jalan diberlakukan.

Embang menjelaskan kondisi paling krusial terjadi bagi kendaraan roda empat dari arah Kilometer 6 menuju Sungai Lulut karena jalur tersebut tidak dapat dilalui sama sekali. Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dishub Kota Banjarmasin, Umar, mengatakan satu regu personel diterjunkan untuk membantu mengurai kepadatan dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif.

Sebelumnya, ruas Jalan Veteran Kilometer 5,5 di kawasan Sungai Lulut mengalami ambles parah yang diduga dipicu gerakan tanah akibat abrasi sungai dan beban kendaraan berat. Pemerintah mengimbau masyarakat mematuhi rekayasa lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....