Disdik Banjarmasin Perkuat Pencegahan Bullying di Sekolah
- 16 Jul 2026 11:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bullying di sekolah masih menjadi ancaman bagi pelajar dan memerlukan pencegahan bersama.
- Bullying verbal dan sosial menjadi bentuk perundungan yang paling sering dilaporkan.
- Disdik Banjarmasin memperkuat pembinaan karakter melalui budaya 5S, literasi pagi, dan Jumat Takwa.
- Penguatan karakter dinilai penting karena pengawasan sekolah memiliki keterbatasan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian berbagai pihak. Pencegahan dinilai memerlukan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat karena pelaku kerap menganggap tindakan tersebut hanya sebagai candaan.
Co-Founder Komunitas Kita Korban Bullying, Adira Alisyaban Zamluni, mengatakan bentuk perundungan yang paling banyak dilaporkan saat ini adalah bullying verbal dan sosial. Menurutnya, tindakan seperti mengejek atau menghasut teman untuk mengucilkan seseorang sering kali berawal dari candaan yang tidak disadari telah melukai korban.
Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan melalui pembinaan karakter di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan pengawasan sekolah memiliki keterbatasan sehingga pembentukan karakter siswa harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ryan menjelaskan, penguatan karakter dilakukan melalui penanaman budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), kegiatan literasi pagi, hingga program Jumat Takwa. Berbagai program tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin belum menerima laporan kasus bullying dari orang tua maupun masyarakat. Meski demikian, pemantauan terhadap potensi perundungan akan terus dilakukan, terutama selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....