Cegah Faham Radikalisme Remaja, Literasi Digital Harus Diperkuat
- 11 Jul 2026 14:13 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Remaja 14 tahun di Kabupaten Banjar diduga terpapar paham radikalisme.
- Duta Damai Kalsel menilai kasus ini menjadi alarm karena menyasar anak di bawah umur.
- Orang tua dan lingkungan diminta memperkuat pendampingan terhadap remaja.
- Paparan ujaran kebencian dan isu SARA di media sosial dinilai menjadi pintu masuk radikalisme.
- Literasi digital dan sikap kritis terhadap informasi menjadi upaya penting mencegah penyebaran paham radikal.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus seorang remaja berusia 14 tahun asal Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, yang diduga terpapar paham radikalisme menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm bahwa penyebaran ideologi radikal kini mulai menyasar anak di bawah umur melalui media sosial.
Duta Damai Regional Kalimantan Selatan, Ratna Lindawati, mengatakan temuan tersebut cukup memprihatinkan karena sasaran kelompok radikal selama ini umumnya berada pada rentang usia 15 hingga 24 tahun. Menurutnya, orang tua dan lingkungan memiliki peran penting dalam mendampingi remaja yang sedang berada pada fase pencarian jati diri.
Ratna menilai tingginya paparan ujaran kebencian dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial dapat menjadi pintu masuk penyebaran paham radikalisme. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas digital anak perlu terus diperkuat.
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (IKMABAN), Lukman Nul Hakim, mengajak generasi muda agar lebih kritis dalam menerima informasi di ruang digital. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung provokasi maupun kebencian.
Peningkatan literasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Dengan kemampuan menyaring informasi secara bijak, remaja diharapkan tidak mudah terpapar ideologi yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....