PUPR Kalsel Perkuat Antisipasi Hadapi Puncak Musim Kemarau

  • 10 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • PUPR Kalsel memperkuat antisipasi menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
  • Strategi mitigasi disusun bersama Komisi Irigasi dan berdasarkan kajian Universitas Brawijaya.
  • PUPR melakukan rehabilitasi irigasi, pembangunan pengendali air, serta normalisasi saluran.
Video

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Upaya tersebut difokuskan pada pengamanan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian serta menjaga pasokan air baku di sejumlah wilayah.

Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku PUPR Kalsel, Herry Ade Permana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi melalui Komisi Irigasi untuk menyusun strategi mitigasi menghadapi potensi dampak musim kemarau. Langkah ini dilakukan agar distribusi air tetap terjaga selama periode kemarau.

Selain itu, PUPR Kalsel telah menyusun konsep penanganan kawasan rawan kekeringan berdasarkan hasil kajian bersama Universitas Brawijaya. Kajian tersebut membagi wilayah ke dalam beberapa zona sesuai karakteristik masing-masing sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Herry menambahkan, pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 2023 menjadi acuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan. Berbagai pekerjaan fisik telah dilakukan, di antaranya pembangunan bangunan pengendali air, rehabilitasi saluran irigasi, serta normalisasi dan pendalaman saluran yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Meski berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, PUPR Kalsel tetap memantau perkembangan cuaca secara intensif. Pemantauan dilakukan karena puncak musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada Agustus 2026 sehingga kesiapsiagaan terus ditingkatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....