SPMB 2026, SMKN 4 Banjarmasin Terima 10 Siswa Berkebutuhan Khusus

  • 03 Jul 2026 09:54 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • SMKN 4 Banjarmasin kembali menerima siswa berkebutuhan khusus.
  • Program pendidikan inklusif telah memasuki tahun keempat.
  • Sebanyak 10 siswa berkebutuhan khusus diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
  • Program menjadi wujud komitmen sekolah menghadirkan pendidikan yang setara.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - SMKN 4 Banjarmasin kembali memberikan kesempatan bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan vokasi melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan inklusif tersebut telah memasuki tahun keempat sebagai wujud komitmen sekolah menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Banjarmasin, Eka Lisdyawati, M.Pd., mengatakan setiap calon peserta didik berkebutuhan khusus harus melalui proses kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua sebelum dinyatakan diterima. Kesepakatan tersebut bertujuan memastikan seluruh kebutuhan peserta didik dapat dipenuhi selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Eka, sekolah juga terus berupaya menyesuaikan sarana dan prasarana pembelajaran agar mampu mendukung kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk berkembang.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 4 Banjarmasin menerima sebanyak 10 peserta didik berkebutuhan khusus yang tersebar di sejumlah kompetensi keahlian. Mereka akan mengikuti pendidikan sesuai bidang keahlian yang dipilih berdasarkan minat, kemampuan, serta hasil proses seleksi.

Melalui program pendidikan inklusif ini, SMKN 4 Banjarmasin berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi. Sekolah juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan agar pendidikan vokasi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....