Tradisi Bubur Asyura Warnai Peringatan 10 Muharam di Kelayan Banjarmasin
- 26 Jun 2026 10:32 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bubur Asyura juga menjadi menu berbuka bagi yang menjalankan puasa sunah Asyura.
- Kegiatan ini mempererat silaturahmi dan melestarikan budaya Banjar.
- Warga Kelayan, Banjarmasin Selatan, menggelar tradisi Bubur Asyura pada 10 Muharam.
- Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Banjar.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memperingati 10 Muharam, warga di kawasan Kelayan, Banjarmasin Selatan, menggelar tradisi memasak Bubur Asyura. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud rasa syukur masyarakat Banjar.
Masyarakat Banjar setiap tahunnya pada 10 Muharam membuat Bubur Asyura yang kemudian dibagikan secara gratis kepada warga. Proses memasak melibatkan masyarakat dari berbagai usia dengan menggunakan puluhan bahan pangan yang dimasak secara gotong royong.
Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut, Shilva, mengatakan bahwa tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun pada 10 Muharam. Menurutnya, kegiatan memasak Bubur Asyura menjadi momen kebersamaan yang selalu dinantikan warga.
Setelah dimasak selama beberapa jam, Bubur Asyura kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Salah seorang penerima, Fadillah, mengaku senang dapat menikmati bubur yang dibagikan secara gratis tersebut.
Selain menjadi tradisi tahunan, Bubur Asyura juga menjadi menu berbuka bagi warga yang menjalankan puasa sunah Asyura. Masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya Banjar untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....