Pemko Banjarmasin Siapkan Pembinaan Remaja Bermasalah di Barak Militer
- 20 Jun 2026 08:43 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pemko Banjarmasin menyiapkan program pembinaan di barak militer untuk remaja yang terlibat kenakalan.
- Program akan diawali dengan penandatanganan MoU antara Pemko Banjarmasin dan Danrindam.
- Sasaran pembinaan meliputi pelaku balap liar, tawuran, membuat keributan, hingga tindakan asusila di ruang publik.
- Materi pembinaan mencakup pelatihan disiplin, penguatan kepribadian, pendidikan keagamaan, dan pembinaan mental.
- Wali Kota H. M. Yamin HR menegaskan kenakalan remaja menjadi perhatian serius dan telah dibahas bersama Forkopimda.
- Peran keluarga dan orang tua dinilai tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kenakalan remaja.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kota Banjarmasin membuat Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan langkah tegas. Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Komandan Resimen Induk Komando Daerah Militer (Danrindam) untuk mendidik remaja yang terjaring aparat.
Tak hanya pelaku balap liar dan tawuran, remaja yang terbukti melakukan perbuatan asusila di ruang publik juga bakal mengikuti program pembinaan di barak militer. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menegaskan persoalan kenakalan remaja kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan telah dibahas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sasaran utama program ini adalah remaja yang terlibat balap liar, tawuran, membuat keributan, hingga pelaku tindakan asusila yang meresahkan masyarakat. Selama masa pembinaan, para remaja akan mendapatkan pelatihan disiplin, penguatan kepribadian, serta pendidikan keagamaan dan kerohanian.
Sebagai langkah antisipasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin juga telah mengintensifkan pengawasan, terutama di ruang-ruang publik. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Banjarmasin, Abdus Salam, menegaskan patroli rutin telah dimasifkan di sejumlah lokasi, seperti siring kawasan Jafri Zamzam dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja untuk mengantisipasi berbagai bentuk kenakalan remaja.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan upaya menekan kenakalan remaja tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, tetap menjadi benteng utama dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....