KPI Ingatkan Pemanfaatan AI di Dunia Penyiaran Harus Beretika

  • 16 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian penting dalam industri penyiaran di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
  • AI membuka peluang baru dalam produksi konten, pengolahan informasi, dan penyajian program yang lebih cepat serta efisien.
  • KPID Kalimantan Selatan menilai pemanfaatan AI harus diimbangi dengan pengawasan dan penerapan etika penyiaran.
  • Wakil Ketua KPI Pusat, Dr. Mohamad Reza, M.I.Kom, menegaskan masyarakat dan lembaga penyiaran tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kehadiran AI.
  • AI diharapkan tidak hanya digunakan untuk efisiensi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas siaran, mendorong kreativitas, dan memperkuat konten lokal yang informatif serta edukatif.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri penyiaran di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Kehadiran teknologi ini membuka peluang baru dalam proses produksi konten, pengolahan informasi, serta penyajian program yang lebih cepat dan efisien.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Selatan menilai pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan pengawasan dan penerapan etika penyiaran. Langkah tersebut dinilai penting agar penggunaan teknologi tidak mengurangi kualitas informasi dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media penyiaran.

Wakil Ketua KPI Pusat, Dr. Mohamad Reza, M.I.Kom, mengatakan masyarakat maupun lembaga penyiaran tidak perlu khawatir secara berlebihan dengan kehadiran AI. Menurutnya, KPI telah menerbitkan surat edaran yang mengatur prinsip-prinsip dasar dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di sektor penyiaran.

Ia menegaskan, pemanfaatan AI di dunia penyiaran tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan percepatan produksi konten. Teknologi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas program siaran, mendorong kreativitas, serta mendukung pengembangan konten lokal yang lebih informatif dan edukatif.

Melalui penerapan etika dan pengawasan yang tepat, AI diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas industri penyiaran nasional. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kredibilitas dan tanggung jawab media kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....