Fashion Lokal Kian Diminati, Wastra Jadi Nilai Unggulan Produk UMKM
- 13 Jun 2026 12:19 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tren fashion global yang terus berubah membuka peluang bagi produk lokal berbasis wastra untuk semakin berkembang dan diminati masyarakat.
- Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dinilai menjadi faktor yang dapat mendorong peningkatan minat beli terhadap produk fashion lokal.
- Brand lokal Indonesia dengan konsep limited edition memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.
- Integrasi budaya wastra seperti kain Sasirangan menjadi strategi penting dalam memperkuat daya tarik dan nilai jual produk fashion lokal.
- Pelaku industri dan akademisi menilai inovasi desain, pemahaman pasar, serta pemasaran digital menjadi kunci penguatan UMKM fashion lokal di tengah persaingan global.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tren fashion terus mengalami perputaran, dengan produk lokal berbasis wastra (kain tradisional) budaya kini semakin mampu bersaing di tengah gempuran gaya busana luar negeri. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan masyarakat juga dinilai menjadi peluang besar untuk mendongkrak penjualan produk fashion lokal.
Di tengah tingginya minat anak muda terhadap brand luar negeri, banyak yang belum menyadari bahwa sejumlah merek lokal dengan kualitas premium dan konsep limited edition merupakan karya anak bangsa. Penggunaan produk lokal dinilai sudah sangat mumpuni dan tidak kalah dari produk luar.
Dosen IBITEK sekaligus Mentor Bisnis Kreatif, Erini Junita Sari, menyoroti tantangan desainer saat ini dalam menyeimbangkan idealisme desain dan tuntutan pasar. Menurutnya, solusi yang efektif adalah mengintegrasikan unsur budaya atau wastra ke dalam produk fashion modern, seperti penggunaan kain Sasirangan pada desain blazer.
Sementara itu, Desainer Busana sekaligus Owner Lins Gallery, Naufal Lisna Raisya atau Echa, mengingatkan masyarakat agar tidak bangga menggunakan produk tiruan atau KW. Ia mendorong konsumen untuk lebih memilih produk lokal original sekaligus berbagi pengalaman dalam mengembangkan bisnis Sasirangan secara digital sejak 2021.
Baik pelaku industri maupun akademisi sepakat bahwa integrasi budaya, inovasi produk, serta strategi pemasaran digital menjadi kunci bagi UMKM fashion lokal untuk bertahan dan berkembang. Dengan manajemen produksi yang tepat serta pemahaman pasar, produk wastra lokal diharapkan semakin kuat di tengah persaingan industri fashion global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....