Rupiah Tertekan Dolar AS, Ini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

  • 06 Jun 2026 09:58 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pelemahan rupiah terhadap dolar AS memberi dampak ganda pada ekonomi.
  • Sektor ekspor diuntungkan karena pendapatan dalam dolar meningkat saat dikonversi ke rupiah.
  • Sektor impor terdampak kenaikan biaya bahan baku dan barang luar negeri.
  • Pemerintah pusat terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter melalui penyesuaian suku bunga acuan.
  • Diharapkan stabilitas rupiah dapat terus terjaga dan kepercayaan pasar meningkat.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberikan dampak yang berbeda bagi sektor ekonomi di Indonesia. Kondisi ini di satu sisi dapat menguntungkan pelaku usaha di sektor ekspor karena penerimaan dalam bentuk dolar akan bernilai lebih tinggi saat dikonversikan ke rupiah.

Ketika nilai tukar dolar menguat, komoditas ekspor Indonesia berpotensi memberikan pendapatan yang lebih besar bagi para eksportir. Namun, di sisi lain kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya biaya impor, terutama untuk bahan baku dan barang yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, sejumlah kebijakan yang telah ditempuh pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah menempuh kebijakan moneter melalui penyesuaian suku bunga acuan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menyimpan dana dalam instrumen keuangan domestik sehingga tekanan terhadap permintaan dolar dapat berkurang dan nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil.

Pemerintah bersama otoritas terkait diharapkan terus bersinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global, agar dampak pelemahan rupiah dapat tetap terkendali dan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap sektor-sektor strategis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....