Kasus Campak di Banjarmasin Terkendali, Dinkes Tetap Siaga
- 02 Jun 2026 07:37 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Banjarmasin mencatat 2 kasus campak positif dari 34 suspek hingga April 2026.
- Status penyebaran campak di Banjarmasin belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
- Dinkes memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) di seluruh fasilitas kesehatan.
- Penguatan imunisasi dan deteksi dini terus dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus campak di Kota Banjarmasin hingga April 2026 masih menunjukkan kondisi yang terkendali. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, hanya dua sampel yang dinyatakan positif dari total 34 suspek yang menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti, menjelaskan bahwa dua kasus positif tersebut ditemukan di wilayah yang berbeda. Sementara itu, 32 sampel lainnya dinyatakan negatif sehingga penyebaran campak di Banjarmasin belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Meski situasi relatif aman, Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih awal potensi penyebaran penyakit dan mempercepat penanganan apabila ditemukan kasus baru.
Penguatan kewaspadaan juga diterapkan hingga tingkat fasilitas kesehatan pertama, termasuk di Puskesmas Banjarmasin Indah. Kepala Puskesmas Banjarmasin Indah, dr. Chusna Farida, memastikan seluruh tenaga kesehatan terus memantau perkembangan kasus serta mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan gejala yang mengarah pada campak.
Kewaspadaan ini diperketat karena angka kasus campak secara nasional masih cukup tinggi. Melalui deteksi dini, pelaporan aktif, dan optimalisasi program imunisasi, pemerintah berharap Kota Banjarmasin tetap terhindar dari potensi penularan campak secara masif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....