Jalan Rusak Hambat Aktivitas Petani di Sungai Lulut Dalam
- 29 Mei 2026 15:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Warga Sungai Lulut Dalam mengeluhkan akses jalan yang rusak.
- Sebagian warga menggunakan jalur sungai sebagai alternatif transportasi.
- Jalan berlumpur dan berbatu menghambat aktivitas petani.
- Petani berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akses jalan yang belum memadai masih menjadi keluhan warga di kawasan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur. Kondisi jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas masyarakat, terutama para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju lahan pertanian.
Jalan berbatu, berlumpur, dan becek menjadi pemandangan yang kerap ditemui di kawasan itu. Akibat kondisi tersebut, sebagian warga akhirnya memilih menggunakan jalur sungai sebagai alternatif untuk mengangkut hasil pertanian.
Salah seorang warga, Fatimah, mengatakan penggunaan jalur sungai sebenarnya juga memiliki banyak keterbatasan. Menurutnya, kapasitas angkut hasil panen melalui jalur air jauh lebih sedikit dibandingkan menggunakan kendaraan darat, ditambah aliran sungai sering terhambat tumpukan eceng gondok yang menyulitkan perjalanan.
Ketua Kelompok Tani Sekeluarga, Ahmatsyah, membenarkan tingginya biaya transportasi menjadi beban tambahan bagi petani. Ia menyebut ongkos angkut hasil panen saat ini berkisar antara Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per belek tergantung jarak tempuh.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di kawasan tersebut. Perbaikan jalan dinilai mendesak karena akses tersebut merupakan jalur utama penunjang aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....