Solar Langka, Biaya Operasional Pertanian Ikut Naik
- 23 Mei 2026 12:41 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kelangkaan solar mulai mengganggu operasional pertanian di Banjarmasin.
- Penggilingan padi dan aktivitas traktor sawah terdampak kenaikan biaya operasional.
- Satgas BBM Kalsel memperketat pengawasan distribusi solar subsidi.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kelangkaan solar di tingkat eceran mulai menghambat operasional sektor pertanian di Kota Banjarmasin. Salah satu yang terdampak adalah usaha penggilingan padi milik warga di kawasan Sungai Lulut Dalam, Banjarmasin Timur.
Seorang pemilik penggilingan padi, Fatimah, mengaku biasanya mudah mendapatkan solar eceran dengan harga sekitar Rp12 ribu per liter. Namun kini, harga solar melonjak hingga Rp18 ribu per liter dan pasokannya semakin sulit ditemukan.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional penggilingan padi meningkat. Fatimah mengatakan dirinya harus mencari berbagai cara agar usaha tetap berjalan di tengah naiknya biaya bahan bakar.
Dampak kelangkaan solar juga dirasakan para petani di sawah. Ketua Kelompok Tani Sekeluarga, Ahmatsyah, menyebut tarif pembersihan lahan menggunakan traktor naik dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per borongan karena mayoritas mesin pertanian menggunakan solar.
Sementara itu, Satgas Pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) Kalimantan Selatan terus memperketat pengawasan distribusi solar bersubsidi di sejumlah SPBU. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak dan mencegah penyalahgunaan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....