Melemahnya Rupiah Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok di Banjarmasin
- 19 Mei 2026 09:06 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada kenaikan harga bahan pokok di Banjarmasin.
- Kenaikan biaya distribusi dan penggilingan dipicu meningkatnya harga bahan bakar seperti solar.
- Pedagang berharap kondisi ekonomi global membaik agar nilai tukar rupiah dan harga kebutuhan pokok kembali stabil.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor perdagangan bahan pokok di Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut memicu kenaikan modal usaha, biaya distribusi, hingga harga jual sejumlah kebutuhan pokok yang berimbas pada daya beli masyarakat, Senin, 18 Mei 2026.
Admin Toko Adi Ntalo, Nita, mengatakan kenaikan harga paling terasa pada komoditas beras Banjar. Menurutnya, meningkatnya harga bahan bakar seperti solar turut memengaruhi biaya penggilingan dan distribusi beras ke pasaran.
Ia menjelaskan, harga beras eceran mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram. Sementara untuk pembelian per karung, kenaikan harga mencapai Rp10.000 hingga Rp20.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Selain faktor distribusi, kenaikan harga juga dipengaruhi kondisi ekonomi global dan konflik internasional yang berdampak terhadap nilai tukar dolar AS. Situasi tersebut dinilai ikut menekan biaya operasional para pelaku usaha di sektor perdagangan bahan pokok.
Para pedagang berharap kondisi ekonomi global segera membaik sehingga nilai tukar rupiah kembali stabil. Dengan demikian, harga kebutuhan pokok di pasaran diharapkan dapat lebih terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....