Fenomena Gangster Remaja di Banjarmasin Disorot, Kesehatan Mental Jadi Perhatian
- 14 Mei 2026 08:47 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Fenomena gangster remaja di Banjarmasin jadi perhatian serius.
- DP3A menilai faktor psikologis dan sosial memengaruhi perilaku remaja.
- Media sosial disebut memicu aksi kekerasan demi eksistensi.
- Program Bestie dijalankan untuk edukasi dan pencegahan di sekolah.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena maraknya aksi gangster yang melibatkan remaja di Kota Banjarmasin mulai menjadi perhatian serius berbagai pihak. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kenakalan jalanan, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, lingkungan pergaulan, hingga pengaruh media sosial.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menilai fenomena gangster remaja yang mayoritas berusia di bawah 18 tahun tidak bisa dipandang sekadar tindakan kriminal biasa. Menurutnya, ada faktor psikologis dan sosial yang ikut membentuk perilaku para remaja tersebut.
Ramadhan menegaskan persoalan kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menyebut banyak remaja mencari pengakuan di luar rumah akibat minim perhatian dan kurangnya ruang berekspresi yang positif.
Selain itu, pengaruh media sosial juga dinilai memperkuat perilaku negatif di kalangan remaja. Konten kekerasan, gaya hidup bebas, hingga budaya pamer aksi berbahaya disebut ikut memicu anak-anak meniru demi eksistensi di lingkungan pergaulan mereka.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menjelaskan konsep pembinaan remaja di barak militer bukan sekadar hukuman, melainkan pembentukan karakter. Di sisi lain, DP3A Banjarmasin juga terus menggencarkan edukasi ke sekolah melalui program “Bestie” guna mencegah kenakalan remaja sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....