Akses Digital Kalsel Meningkat, 91 Persen Desa Bebas Blank Spot

  • 01 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • 91 persen desa di Kalsel sudah bebas blank spot.
  • 201 desa masih jadi fokus penanganan pemerintah.
  • Tantangan utama berasal dari kondisi geografis.
  • 86 perangkat daerah telah terhubung ke jaringan dan SPBE.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pemerataan akses digital. Hingga 2026, sebanyak 1.814 desa atau sekitar 91 persen dari total 2.015 desa telah terbebas dari wilayah blank spot, sementara 201 desa lainnya masih menjadi fokus penanganan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menyampaikan bahwa tantangan utama berasal dari kondisi geografis. Hal ini berdampak langsung pada layanan publik serta pertumbuhan ekonomi digital di daerah.

Ia menjelaskan, upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan internet. Kebutuhan masyarakat kini telah bergeser dari sekadar komunikasi telepon menjadi akses internet yang stabil dan cepat.

Untuk itu, Pemprov Kalsel mendorong peningkatan kapasitas bandwidth sebagai standar minimal layanan, khususnya di wilayah tertinggal. Selain itu, diusulkan pula sistem monitoring real-time agar kepala daerah dapat memantau perkembangan infrastruktur telekomunikasi secara langsung.

Hingga saat ini, Diskominfo Kalsel telah menghubungkan 86 perangkat daerah dan UPTD ke jaringan internet serta mengintegrasikan aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ke Pusat Data Nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan akses digital di seluruh wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....