Hari Hutan Indonesia, Begini Sejarahnya
- 07 Agt 2026 07:18 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Hutan Indonesia diperingati setiap tanggal 7 Agustus sebagai hasil dari aspirasi masyarakat yang menginginkan hari khusus untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan.
- Gagasan peringatan Hari Hutan Indonesia berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai komunitas, organisasi, dan pegiat lingkungan di seluruh Indonesia.
- Cikal bakal Hari Hutan Indonesia dimulai dari petisi yang berhasil mengumpulkan sekitar 1,4 juta tanda tangan masyarakat, disampaikan pada 7 Agustus 2020.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Hutan Indonesia yang diperingati setiap 7 Agustus berawal dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya hari khusus untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai komunitas, organisasi, dan pegiat lingkungan di Indonesia.
Dilansir dari harihutan.id, cikal bakal Hari Hutan Indonesia bermula dari petisi yang berhasil mengumpulkan sekitar 1,4 juta tanda tangan masyarakat. Petisi itu disampaikan pada 7 Agustus 2020 sebagai bentuk dukungan agar Indonesia memiliki hari peringatan khusus bagi hutan.
Sejak pertama kali diperingati pada 2020, Hari Hutan Indonesia terus berkembang sebagai gerakan kolaboratif. Hingga kini, peringatan tersebut melibatkan 27 anggota Konsorsium Hari Hutan Indonesia, lebih dari 500 organisasi dan lembaga kolaborator, serta lebih dari 3.000 juru kampanye dari berbagai daerah.
Perjalanan gerakan ini semakin mendapat pengakuan ketika pada 2024 Hari Hutan Indonesia resmi tercatat sebagai salah satu hari peringatan lingkungan dalam kalender tahunan. Pengakuan tersebut memperkuat posisinya sebagai momentum nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
Pada 2026, Hari Hutan Indonesia mengusung tema "Pulihkan Hutan, Pulihkan Kehidupan". Tema tersebut menegaskan bahwa pemulihan hutan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih tangguh di tengah meningkatnya tantangan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi berbagai persoalan, seperti meningkatnya bencana hidrometeorologi, krisis air bersih, penurunan kualitas lingkungan, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan hutan tidak hanya menentukan keberlangsungan ekosistem, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup, ketahanan ekonomi, dan masa depan masyarakat.
Melalui Hari Hutan Indonesia 2026, seluruh elemen bangsa diajak memandang hutan sebagai solusi, bukan sekadar sumber daya alam. Semangat yang diusung menegaskan bahwa ketika hutan dipulihkan, kehidupan masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang pun akan ikut pulih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....