Sahabat KENA Libatkan Mahasiswa Lintas Kampus untuk Perluas Aksi Sosial

  • 31 Jul 2026 09:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komunitas Sahabat KENA terus memperluas jejaring anggotanya dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memperluas jangkauan kegiatan sosial yang dijalankan komunitas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Sahabat KENA, Yosinta Lotu Bria, saat menjadi narasumber dalam program Ngobrol Bareng Komunitas pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Yosinta menjelaskan, saat ini Sahabat KENA memiliki 22 anggota yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Selain mahasiswa IBITEK, komunitas ini juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat dan Politeknik Negeri Banjarmasin.

Menurutnya, kehadiran anggota dari berbagai kampus merupakan upaya agar Sahabat KENA tidak dipandang sebagai komunitas yang hanya berpusat di IBITEK. Kolaborasi lintas perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas jejaring serta mempercepat pengembangan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Bukan hanya dipanti, kita juga ingin kegiatan ini untuk anak-anak agar mereka juga tau pentingnya melestarikan budaya,” ujar Yosinta.

Founder Sahabat KENA sekaligus Akademisi Insititut Bisnis dan Teknologi Kalimantan, Erini Junita Sari, BA (Hons), M.Sc juga mengatakan kegiatan sekarang masih memilah milah kegiatan yang mana yang perlu dikembangkan lagi, dan bagaimana kita berkolaborasi sama komunitas - komunitas juga yang ada di Banjarmasin.

“Kita ingin memiliki anggota bukan hanya untuk anggota inti, tetapi juga sebagai kolaborator, dan kami juga sedang menggodok beberapa rencana baru,” ucap Erini.

Erini juga mengatakan di Sahabat KENA mereka ingin ada mengajar bahasa inggris yang akan berkolaborasi dengan komunitas atau dengan pihak kampus.

“Kami juga ingin berkolaborasi dengan komunitas - komunitas lain yang bisa mengajarkan hal - hal misalnya skill - skill yang softskill, misalkan public speaking, atau dengan akademi kah atau perseorangan,” ujar Erini.

Erini kembali menambahkan hal ini dikhususkan untuk anak - anak SMA termasuk anak - anak panti apabila nanti mereka lanjut ke perkuliahan pasti mereka harus persentasi tugas di kelas atau mereka mau ikut lomba dan lain sebagainya.

“Public speaking perlu diajarkan agar mereka ini terbiasa berkomunikasi dengan orang - orang luar. Tidak hanya orang - orang di panti tetapi juga orang - orang luar, dan khalayak yang lebih luas, dan diharapkan itu juga bisa mengasah kepercayaan diri mereka, memotivasi mereka dan juga mengasah skill komunikasi mereka dengan orang - orang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....