Pintar Itu Bukan Bakat Semata: Kecerdasan Harus Ditempa lewat Belajar
- 27 Jul 2026 07:17 WIB
- Banjarmasin
RRI,CO,ID, Banjarmasin - Sering kita mendengar anggapan: "dia pintar karena memang lahir begitu" atau "bakatnya sudah bagus dari kandungan". Pandangan ini perlahan harus kita ubah. Kecerdasan bukanlah anugerah tetap yang tak berubah, melainkan potensi yang harus terus diasah, dikembangkan, dan diperkuat lewat proses belajar yang berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan berulang kali dalam kebijakan dan panduan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
1. Potensi Ada pada Setiap Anak, Belajar Adalah Kuncinya
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses Pembelajaran, dijelaskan bahwa tujuan utama pendidikan adalah membantu peserta didik mengembangkan seluruh potensi dirinya secara optimal melalui kegiatan yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan . Artinya, sistem pendidikan kita dibangun bukan untuk memilah siapa yang "bawel pintar" dan siapa yang tidak, melainkan untuk memastikan setiap anak bisa tumbuh cerdas melalui usaha belajar. (https://pskp.kemendikdasmen.go.id )
2. Belajar Membentuk dan Memperkuat Kecerdasan
Pembelajaran mendalam (deep learning) yang kini didorong pemerintah dalam Kurikulum Merdeka membuktikan bahwa kecerdasan berkembang seiring dengan kemauan dan ketekunan belajar. (https://internal-portal.kemdikbud.go.id)
3. Kecerdasan Holistik: Belajar Bukan Hanya Soal Nilai
Kementerian Pendidikan juga menekankan bahwa "pintar" yang sesungguhnya mencakup Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis, kreatif, mandiri, berkebinekaan, bergotong royong, serta beriman dan bertakwa . Semua sifat ini pun dibentuk lewat proses belajar—baik di kelas, lewat pengalaman sehari-hari, maupun interaksi dengan lingkungan sekitar. (https://pskp.kemendikdasmen.go.id)
Dengan kata lain, kecerdasan tidak terukur hanya dari angka di atas kertas ujian. Seseorang menjadi pintar ketika ia mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan apa yang dipelajari untuk kebaikan diri maupun orang lain—dan hal itu butuh proses panjang belajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....