Pencarian Warga Tenggelam di Sungai Rantau Nangka Dihentikan
- 13 Jun 2026 13:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjar - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, resmi dihentikan pada Kamis 11 Juni 2026. Setelah tiga hari pencarian tidak membuahkan hasil.
Korban diketahui berinisial NBA (50), warga Desa Rantau Nangka. Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada 9 Juni 2026 dari Kepala Lingkungan Desa Rantau Nangka. Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran sepanjang sekitar empat kilometer di area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi dua regu dan menggunakan berbagai peralatan SAR, seperti rubber boat, peralatan water rescue, peralatan selam, Aqua Eye. Serta perangkat komunikasi.
Operasi melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Unit Siaga SAR Tapin, Polsek Sungai Pinang, BPBD Kabupaten Tapin, TRT Tapin, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Namun hingga pukul 18.00 WITA, korban belum berhasil ditemukan. Setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta pihak keluarga, disepakati operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Yakni sesuai prosedur yang berlaku.
“Selama tiga hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah melakukan berbagai metode pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam. Namun hingga hari ketiga, korban belum berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil evaluasi bersama dan kesepakatan keluarga korban serta seluruh unsur yang terlibat, operasi SAR resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban. Putu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, aparat, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian selama tiga hari terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama pada sungai yang memiliki arus dan kondisi yang berpotensi membahayakan,” katanya.
Usai debriefing penutupan operasi pada pukul 18.10 WITA, seluruh personel kembali ke satuan masing-masing. Meski operasi SAR resmi ditutup, pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan oleh pihak terkait bersama masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....