Hindari sifat Tamak dengan Sedekah dan Bersyukur
- 08 Jun 2026 07:14 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Islam menawarkan langkah konkret untuk mengurangi sifat tamak
- Sedekah, zakat, dan hidup sederhana menjadi latihan membangun kepedulian sosial
- Rasa syukur dan qanaah membantu seseorang merasa cukup dan lebih bahagia
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Membiasakan sedekah dan memperkuat rasa syukur menjadi cara efektif untuk menghindari sifat tamak dalam kehidupan sehari-hari. Tamak sendiri merupakan sikap ketergantungan hati kepada selain Allah Swt dan hati menginginkan sesuatu selain kepada Allah Swt.
Akademisi UIN Antasari, Dr. Suraijiah, M.Pd menegaskan bahwa ketamakan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat merusak hubungan dengan sesama manusia. Orang yang terlalu mencintai harta sering kali kehilangan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain.
“Islam memberikan bimbingan yang jelas agar umat terhindar dari sifat tamak,” ujar Suraijiah saat Kuliah Subuh RRI PRO1 Banjarmasin, Senin 8 Juni 2026. “Salah satunya dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.”
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan betapa berbahayanya ketamakan terhadap agama seseorang. Kecintaan berlebihan pada harta dan kedudukan dapat menghancurkan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun.
“Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tamak terhadap harta dan kehormatan sangat berbahaya bagi agama seseorang. Karena itu, hati harus terus dilatih agar tidak dikuasai keinginan duniawi," ucap Suraijiah.
Selain meningkatkan ibadah, ia mengajak masyarakat membiasakan hidup sederhana dan menjauhi gaya hidup konsumtif. Kesederhanaan dinilai mampu menumbuhkan rasa cukup serta mengurangi dorongan untuk selalu membandingkan diri dengan orang lain.
“Perbanyak sedekah, tunaikan zakat dengan ikhlas, dan tanamkan qanaah dalam setiap keadaan,” kata Suraijiah. “Dengan begitu, hati akan lebih tenang dan kehidupan menjadi lebih berkah.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....