Hari Guru Sedunia 2025, Begini Tema dan Sejarahnya
- 04 Okt 2025 18:15 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober sebagai bentuk penghargaan kepada para pendidik di seluruh dunia. Peringatan ini juga menandai adopsi Rekomendasi ILO/UNESCO tahun 1966 tentang Status Guru.
Rekomendasi tersebut menjadi pedoman global terkait hak, tanggung jawab, dan standar profesional guru. Ketentuan itu mencakup pelatihan awal, pengembangan kompetensi berkelanjutan, rekrutmen, serta kondisi kerja yang layak.
Dilansir dari unesco.org, tahun ini Hari Guru Sedunia mengangkat tema “Recasting Teaching as a Collaborative Profession” atau “Meneguhkan Kolaborasi dalam Profesi Guru.” Tema tersebut menekankan pentingnya kerja sama dan saling berbagi pengalaman untuk memperkuat mutu pembelajaran serta meningkatkan kesejahteraan profesi guru di seluruh dunia.

Poster resmi UNESCO pada peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2025. (Foto: unesco.org)
Hari Guru Sedunia pertama kali diperingati pada 1994 sebagai momentum refleksi global terhadap peran guru dalam membentuk masa depan pendidikan. Momen ini juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan dan pengembangan profesionalitas guru.
Selain itu, pada 1997 diadopsi Rekomendasi tentang Status Tenaga Pengajar Pendidikan Tinggi. Rekomendasi tersebut melengkapi ketentuan tahun 1966 dengan cakupan khusus bagi dosen dan tenaga pendidik di perguruan tinggi.
Peringatan tahun ini diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), UNICEF, dan Education International (EI). Kolaborasi antarlembaga tersebut menunjukkan komitmen global untuk memperkuat peran guru sebagai pilar utama pendidikan.
Melalui peringatan ini, diharapkan dunia semakin menyadari pentingnya profesi guru yang berkolaborasi, inovatif, dan saling mendukung. Dengan semangat tersebut, pendidikan dapat berkembang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....