Inovasi Pengelolaan Sampah Digital Dorong Ekosistem Lingkungan Berkelanjutan

  • 26 Agt 2026 06:55 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Transformasi limbah rumah tangga melalui teknologi digital memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas di Kalimantan Selatan.
  • Founder Ratikita, Mulyadi Saputra, mengakui bahwa langkah inovatif ini adalah wujud kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan darurat sampah secara modern.
  • Pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis teknologi digital menjadi solusi terobosan untuk mengatasi krisis sampah nasional.

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Transformasi limbah rumah tangga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas. Apa lagi dengan terobosan pengelolaan sampah yang berbasis teknologi digital di Kalimantan Selatan.

Dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Banjarmasin edisi Sabtu, 22 Agustus 2026, Founder Ratikita, Mulyadi Saputra, menegaskan bahwa, bagaimana Langkah inovatif ini menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan darurat sampah secara modern dan terintegrasi.

Kesadaran memilah sampah dari sumbernya merupakan kunci utama menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ia menceritakan perjalanan berdirinya platform bank sampah digital yang dirintis sejak awal tahun 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. "Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar memandang limbah sebagai aset bernilai ekonomis dan bukan sekadar barang buangan," ujarnya.

Menurut Mulyadi, digitalisasi ekosistem daur ulang dihadirkan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat tanpa batasan status sosial. Melalui skema transparansi harga yang terhubung langsung dengan pabrik daur ulang nasional, nasabah dapat memantau fluktuasi nilai jual komoditas sampah secara real-time. "Langkah ini memutus rantai perantara yang panjang sehingga harga yang diterima masyarakat jauh lebih kompetitif," ucapnya.

Menghadapi era kecerdasan buatan pada tahun 2026, Ratikita terus meluncurkan pembaruan fitur guna mengoptimalkan pelayanan pengumpulan sampah anorganik. Pengguna kini dapat memanfaatkan asisten pintar berbasis kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi jenis plastik dan perkiraan harga secara otomatis melalui foto. Sistem pemindaian cepat ini dirancang responsif 24 jam nonstop agar memudahkan seluruh kelompok usia pengguna layanan.

Selain mengolah limbah plastik dan kertas, platform ini juga fokus menampung limbah minyak jelantah rumah tangga maupun usaha kuliner. Komoditas limbah minyak goreng tersebut dihimpun secara masif untuk disalurkan ke industri pengolahan bahan bakar ramah lingkungan. Minyak jelantah yang dahulu mencemari saluran air kini kami kelola untuk diekspor menjadi bahan baku biodiesel.

Kendati sempat menghadapi berbagai tantangan operasional dan kendala bencana alam di awal perintisannya, semangat pemberdayaan tersebut tidak pernah surut. Komitmen kuat seluruh tim terus mendorong perluasan jangkauan kemitraan hingga ke kabupaten tetangga dan provinsi sekitar. Ketangguhan model bisnis sosial ini membuktikan bahwa anak muda mampu menciptakan solusi konkret atas permasalahan lingkungan daerah.

Mulyadi juga menjelaskan, Inisiatif berbasis digital ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Sinergi antara teknologi, kepedulian sosial, dan nilai ekonomi menjadi pilar utama menuju pengelolaan sampah Kalimantan Selatan yang lebih maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....