APDESI Batola Dorong Potensi Desa Jadi Penggerak Ekonomi

  • 30 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Potensi desa di Kabupaten Barito Kuala dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan dalam Program Suara Nusantara di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 29 April 2026.

Ketua DPC APDESI Barito Kuala, H. Meri Apriansyah, menyebut potensi desa meliputi pertanian lahan basah, perikanan, dan perkebunan. Sektor perkebunan sawit dinilai paling menonjol dalam mendorong ekonomi masyarakat.

“Potensi desa di Barito Kuala sangat besar, terutama pertanian, perikanan, dan perkebunan,” ucapnya. “Saat ini, sawit menjadi sektor yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa.”

Ia menjelaskan kondisi lahan datar Barito Kuala mendukung pengembangan sektor tersebut. Beberapa wilayah seperti Wanaraya menunjukkan peningkatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

“Tantangan utama adalah infrastruktur, kualitas SDM, dan kepercayaan masyarakat,” katanya. “Hal ini perlu diperbaiki secara bertahap dan berkelanjutan.”

Meri Apriansyah menambahkan APDESI berperan sebagai wadah komunikasi dan pendampingan pemerintah desa. Organisasi ini juga mengawal persoalan administrasi dan hukum perangkat desa.

“APDESI hadir mendampingi kepala desa, termasuk dalam persoalan hukum,” ujarnya. “Kami memastikan setiap permasalahan ditangani secara objektif dan sesuai aturan.”

Selain pertanian, Barito Kuala juga memiliki potensi pada aktivitas perkapalan dan pelabuhan lokal. Potensi ini mendukung distribusi dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, sektor pertanian sempat mengalami kendala akibat serangan hama. Namun, kondisi mulai membaik berkat penanganan pemerintah dan kelompok tani.

Meri Apriansyah menekankan digitalisasi dan peran generasi muda menjadi tantangan sekaligus peluang pembangunan desa. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai penting agar desa mampu beradaptasi dengan teknologi.

“Digitalisasi sangat penting, tetapi SDM perlu ditingkatkan,” ucapnya. “Kami berharap ada pelatihan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengikuti perkembangan zaman.”

Potensi wisata desa juga dinilai menjanjikan, termasuk bekantan sebagai ikon daerah. Namun, pengelolaan dan dukungan investasi masih perlu ditingkatkan.

Meri Apriansyah mengajak seluruh pihak berkolaborasi dalam mengembangkan potensi desa. Desa dinilai dapat menjadi motor pembangunan jika dikelola secara bersama.

“Kami mengajak masyarakat desa terus menggali potensi yang ada,” katanya. “Dengan kebersamaan, desa bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....