Kearifan Lokal Banua sebagai Benteng Identitas Budaya
- 19 Apr 2026 09:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kearifan lokal masyarakat Banua dinilai tetap relevan sebagai penopang nilai kehidupan di tengah derasnya arus modernisasi. Hal ini dibahas dalam program Ragam Budaya Suluh Banua di RRI Pro 4 Banjarmasin, Minggu, 12 April 2026, dengan tema “Kearifan Lokal di Masyarakat Banua”.
Ketua Suluh Banua, Faisal Embron, menegaskan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga pedoman hidup yang masih dijalankan dalam keseharian masyarakat. Nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan terhadap alam menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial di Banua.
“Kearifan lokal kita bukan hanya simbol atau seremoni, tetapi hidup dalam praktik masyarakat,” ujarnya. “Nilai-nilai ini harus terus dijaga dan dilestarikan.”
Sementara itu, perwakilan IKMABAN (Ikatan Mahasiswa Banjarmasin), Ahmad Najib Ridha, menyoroti peran generasi muda dalam melestarikan budaya Banua. Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga agar kearifan lokal tetap menarik dan relevan di era digital.
“Generasi muda harus mampu mengemas budaya dengan cara yang lebih kreatif,” ujarnya. “Misalnya melalui media sosial tanpa menghilangkan nilai aslinya.”
Hal senada disampaikan Ahmad Ruzaini yang menekankan pentingnya inovasi dalam pelestarian budaya. Menurutnya, kearifan lokal tidak harus selalu ditampilkan secara kaku, tetapi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Budaya harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun, budaya tidak boleh kehilangan jati dirinya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....