Budaya Patriarki Jadi Tantangan Kesetaraan Gender

  • 13 Apr 2026 22:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Akademisi UIN Antasari, Dr. Hj. Nurlaila, M.Ag., M.Pd., menyoroti masih kuatnya budaya patriarki dalam Dialog Pengarusutamaan Gender di RRI Banjarmasin, Senin, 13 April 2026. Ia menilai hal tersebut masih memengaruhi peran perempuan.

Nurlaila menjelaskan bahwa ketidakadilan gender masih terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, baik di keluarga maupun ruang publik. Hal ini dipengaruhi oleh pola pikir yang menempatkan laki-laki lebih dominan dibanding perempuan.

Menurutnya, ketidakadilan tersebut dapat berupa beban ganda pada perempuan, keterbatasan akses, hingga minimnya kesempatan dalam kepemimpinan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender belum sepenuhnya terwujud.

“Budaya patriarki masih menjadi tantangan dalam mewujudkan keadilan gender karena adanya anggapan di sebagian masyarakat bahwa laki-laki lebih berhak dalam berbagai pengambilan keputusan,” ucapnya.

Dalam konteks keluarga, ia menekankan pentingnya hubungan suami istri yang saling menghargai dan bekerja sama. Prinsip memperlakukan pasangan dengan baik atau ma'ruf menjadi dasar dalam membangun keluarga yang harmonis.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Mereka harus mendapatkan akses, partisipasi, dan manfaat yang sama dalam kehidupan sosial.

Melalui program pengarusutamaan gender ini, masyarakat diharapkan dapat mengubah pola pikir menuju keadilan yang lebih inklusif. Kesetaraan bukan tentang siapa yang lebih tinggi, tetapi bagaimana semua diperlakukan secara adil dan bermartabat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....