Peternakan Kerbau Rawa Jadi Kearifan Lokal Amuntai
- 13 Apr 2026 14:52 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peternakan kerbau rawa menjadi kearifan lokal masyarakat Amuntai, Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara.
- Kandang kerbau disebut kalang, berbentuk panggung dengan tiang 4–5 meter agar aman dari genangan air.
- Tradisi ini diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Negara Dipa dan diduga dipengaruhi pendatang dari Tiongkok.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peternakan kerbau rawa menjadi kearifan lokal masyarakat Amuntai, tepatnya di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hal ini dibahas oleh perwakilan Komunitas Palalah, Erwin dan Neza, dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 11 April 2026.
Desa Balarawa diketahui memiliki banyak peternakan kerbau rawa yang hingga kini masih dipertahankan. Sistem peternakan ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan peternakan kerbau darat pada umumnya.
Berdasarkan sejarah lisan, kerbau rawa di Kalimantan Selatan telah ada sejak zaman Kerajaan Negara Dipa dan diduga dibawa oleh pendatang dari Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kerbau tidak hanya terdapat di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara Asia lainnya.
Di Amuntai, kandang kerbau dibangun di tengah hamparan rawa, berbeda dengan kerbau darat yang umumnya dikandangkan di sekitar permukiman warga.
“Kandang kerbau rawa dikenal dengan sebutan kalang,” katanya. “Kandang tersebut berbentuk panggung dengan tiang penyangga setinggi empat hingga lima meter sebagai antisipasi saat musim hujan agar tidak terendam air.”
Neza menjelaskan, setiap pagi peternak membuka kandang untuk membiarkan kerbau berkeliaran hingga sore hari. Selama waktu tersebut, kerbau dibiarkan mencari makan dan minum secara bebas di kawasan rawa.
Terkait sistem tersebut, Erwin menambahkan bahwa peternak atau pawang memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan hewan ternaknya. Ikatan tersebut membuat kerbau lebih mudah dibimbing dan diarahkan.
Neza dan Erwin menegaskan bahwa kearifan lokal ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat, meski terjadi pergeseran profesi di masyarakat. Mereka juga berharap adanya dukungan pemerintah agar peternakan kerbau rawa dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata lok
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....