Pemko Banjarmasin Ancang-ancang Beralih ke Angkutan Listrik

  • 07 Apr 2026 16:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus mendorong peralihan transportasi konvensional ke kendaraan listrik. Langkah ini tak sekadar modernisasi, tetapi juga strategi menekan konsumsi energi di tengah gejolak konflik Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi global.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR turun langsung menjajal unit Mikrotrans listrik yang diproyeksikan menjadi angkutan umum masa depan di Kota Seribu Sungai. “Mikrotrans ini yang nantinya akan kita pergunakan. Tapi kita uji coba dulu selama sebulan untuk mengetahui durasi ketahanan di jalan,” kata Yamin usai uji coba Mikrotrans di Balai Kota, Selasa, 7 April 2026.

Ia menaruh harapan besar agar kendaraan ini bisa menjadi solusi transportasi umum ramah lingkungan yang terintegrasi ke depan. Untuk tahap awal, satu unit Mikrotrans dengan kapasitas penumpang 13 orang diuji coba dan ke depan jumlah armada akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Mikrotrans listrik ini juga dibekali fitur keamanan modern seperti CCTV dan GPS.Jadi kalau ada sesuatu atau jambret itu terekam CCTV dan GPS ini ketahuan menuju ke mana saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo menegaskan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam upaya efisiensi energi. “Di Banjarmasin belum ada angkutan umum listrik, makanya hari ini kita uji cobakan. Apakah nanti cocok penggunaannya di Banjarmasin,” ujar Slamet.

Ia juga mengakui kondisi transportasi umum di kota ini masih minim, bahkan eksistensi taksi kuning kini terbilang “hidup segan mati tak mampu”. Namun demikian, menurutnya, era transportasi modern menuntut perubahan.

“Taksi kuning sekarang terbilang hidup segan mati tak mampu. Dengan mikrotrans ini selain upaya menghemat energi, ini juga sekaligus penghematan anggaran,” ujarnya.

Jika resmi beroperasi, Dishub akan memprioritaskan sopir taksi kuning untuk beralih menjadi pengemudi Mikrotrans listrik, tentu melalui proses seleksi dan uji kelayakan. Rencananya, layanan ini akan mencakup 13 koridor di Kota Banjarmasin dengan jam operasional pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

“Kita akan prioritaskan sopir taksi kuning untuk beralih menjadi pengemudi Mikrotrans listrik. Untuk harga satu unit kendaraan listrik ini diperkirakan mencapai Rp500 juta,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....