Jamin Kualitas Makan Bergizi Lewat Sertifikasi Petugas

  • 16 Mar 2026 18:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus memprioritaskan sertifikasi bagi ribuan penjamah makanan guna menjamin kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kompetensi para petugas dapur ini dinilai sebagai syarat vital dalam menjaga standar keamanan pangan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 2.553 penjamah makanan kini telah terdata untuk melayani kebutuhan program tersebut di berbagai wilayah Banjarmasin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.098 orang telah mengantongi sertifikat resmi, sementara 455 orang lainnya masih dalam proses sertifikasi secara bertahap.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk memberikan standar pemahaman yang sama kepada para petugas dapur. Langkah ini dilakukan agar setiap proses pengelolaan makanan di seluruh unit pelayanan memenuhi kriteria kesehatan yang ketat.

"Kita terus berproses karena setiap dua minggu sekali kita adakan pelatihan. Terkait masalah sertifikat penjamah makan ini memang berkaitan dengan masalah waktu karena kita latih secara bertahap," ujarnya.

Ramadhan menambahkan bahwa pelatihan yang diberikan mencakup aspek higienis yang komprehensif dengan melibatkan tenaga ahli dari berbagai instansi kompeten. Materi yang diajarkan meliputi seluruh tahapan produksi, mulai dari teknik pemilihan bahan baku hingga proses distribusi akhir ke tangan masyarakat.

"Pelatihan terkait dengan higienis, seperti memilah makanan, menyajikan, dan mendistribusikan. Jadi komprehensif, dilatih oleh orang-orang kompeten mulai dari juru masak profesional hingga Dinkes sendiri," katanya.

Di sisi lain, penguatan sarana pendukung juga terus dijalankan seiring dengan proses sertifikasi SDM tersebut. Hingga saat ini, tercatat 52 dari 53 unit Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dengan 26 unit di antaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).

Berbagai kewajiban sertifikasi ini juga telah diterapkan oleh pengelola di tingkat unit pelayanan lapangan secara mandiri. Salah satunya di SPPG Sungai Bilu yang kini memiliki sedikitnya 49 relawan yang bertugas dalam pengolahan hingga distribusi makanan harian.

Kepala SPPG Sungai Bilu, Ahmad Rizqi, menegaskan bahwa seluruh relawan di unitnya telah memiliki sertifikat penjamah makan sebagai syarat mutlak bekerja di dapur. Hal ini dimaksudkan agar seluruh tim memiliki kompetensi mumpuni dalam menjaga kualitas sajian agar tetap higienis.

"Untuk SPPG kami, semua relawan sudah melaksanakan pelatihan dan mendapatkan sertifikat penjamah makan. Ini penting karena itu syarat bekerja di dapur SPPG, sehingga mereka tahu bagaimana menjaga kebersihan makanan saat didistribusikan," ujar Rizqi.

Melalui langkah sertifikasi penjamah makanan yang didukung pemenuhan standar IKL dan SLHS, kualitas sajian MBG diharapkan tetap terjaga. Seluruh rangkaian pengawasan ini pun diharapkan dapat memberikan rasa aman serta kepercayaan bagi para penerima manfaat program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....