Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Kalsel Sasar Usia Rentan
- 26 Jan 2026 15:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan terus memperkuat strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui peningkatan program P4GN. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimatan Selatan (BNNP Kalsel), Rina Wartini mengatakan pada tahun 2026, program penyuluhan lebih difokuskan pada kelompok usia produktif yang dinilai paling rentan terhadap pengaruh narkoba. Menurutnya, program tersebut akan menyasar lingkungan pendidikan sebagai bagian upaya pencegahan sejak dini.
“Kalau di BNN Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, kita akan memasifkan lagi fokus kepada umur 15 sampai 24 tahun terkait kasus penyalahgunaan narkoba,” ujarnya. “Dengan mulai program pendidikan dasar dan juga tidak lupa perguruan tinggi.”
Rina menjelaskan penyelamatan generasi muda di Kalimantan Selatan menjadi perhatian utama dalam progam tersebut. Hal ini, karena pencegahan dini dinilai penting agar mewujudkan generasi muda yang bebas dari narkoba.
“Iya, di rentang umur itu yang rentan akan kita selamatkan karena kita akan mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya. “Mudah-mudahan terlaksana dan terwujud tanpa hambatan dan gangguan dari penyalahgunaan narkoba.”
Selain penyuluhan, Rina menyampaikan pendekatan pada lingkup masyarakat juga terus diperkuat melalui program Kelurahan Bersinar. Program ini difokuskan pada kawasan yang telah dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran narkoba.
“Untuk Kelurahan Bersinar ini sangat-sangat efektif menanggulangi itu karena Kelurahan Bersinar itu kawasan rawan narkoba melalui hasil pemetaan kita,” ujarnya. “Kemudian kita masukkan program-program BNN secara komprehensif.”
Rina menjelaskan pihaknya juga membekali masyarakat dengan program penguatan ketahanan sosial di tingkat keluarga dan remaja. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Untuk keluarganya kita namakan ketahanan keluarga anti narkoba, untuk remajanya remaja teman sebaya anti narkoba,” ujarnya. “Untuk pemerintah daerahnya memfasilitasi sampai ke kelurahan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....