Madihin Milenial Angkat Isu Kesehatan Mental Pemuda

  • 17 Jan 2026 16:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Pandiran Baisukan – MABAR (Madihin Bahabar) yang mengudara pada Kamis, 15 Januari 2025 di Pro 4 RRI Banjarmasin kembali menghadirkan obrolan khas Banjar yang ringan namun sarat makna. Edisi kali ini mengangkat tema “Peduli Kesehatan Mental Pemuda Kalimantan”, dikemas melalui madihin yang menghibur sekaligus edukatif.

Siaran ini dipandu oleh dua Madihin Milenial, Arif dan Fadhil, yang membuka acara dengan pantun dan madihin khas Pandiran Baisukan. Balutan humor, bahasa Banjar, dan interaksi hangat menjadi pengantar diskusi serius tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan pemuda.

Dalam perbincangan tersebut, narasumber Akhmad Syahwan, Wakil Ketua Dewan Pemuda Kalimantan, menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

“Secara fisik kita bisa terlihat baik-baik saja, tapi kondisi mental sering kali tidak terlihat. Padahal kesehatan mental mencakup aspek emosional, psikologis, dan sosial yang sangat berpengaruh pada produktivitas pemuda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa gangguan pada kesehatan mental dapat berdampak pada menurunnya prestasi akademik, produktivitas kerja, hingga kualitas hubungan sosial. Menurutnya, pemuda perlu lebih terbuka dan berani mencari bantuan profesional tanpa rasa malu, karena menjaga kesehatan mental bukanlah sebuah aib.

Lebih dalam, Akhmad Syahwan menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi pemuda dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kesehatan mental tidak hanya soal gangguan kejiwaan, tetapi kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang menentukan bagaimana pemuda berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak pemuda yang masih mengabaikan kondisi mental karena tidak terlihat secara fisik. Menurutnya, tekanan akademik, lingkungan sosial, serta paparan media digital menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental pemuda jika tidak dikelola dengan baik.

Di akhir siaran, Arif dan Fadhil menutup acara dengan madihin yang menegaskan pentingnya kesadaran pemuda terhadap kesehatan mental. Melalui pantun dan bahabar, keduanya mengingatkan bahwa menjaga pikiran, perasaan, dan hubungan sosial merupakan bagian dari keseharian yang tidak boleh diabaikan.

Penutup madihin tersebut merangkum pesan utama siaran, bahwa kesehatan mental pemuda Kalimantan perlu dipahami sebagai kondisi yang nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan budaya dan bahasa Banjar, topik kesehatan mental disampaikan secara terbuka, ringan, dan membumi tanpa menghilangkan substansi persoalan yang dibahas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....