"Baguna Tahi Larut", Nasihat Keras Istilah Banjar
- 20 Des 2025 18:52 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Budayawan Noorhalis Majid, menjelaskan bahwa ungkapan Baguna Tahi Larut lahir dari kekhawatiran orang tua Banjar terhadap masa depan anak-anaknya. Ungkapan tersebut, meski terdengar pedas, sejatinya merupakan bentuk didikan mental agar seseorang tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi sesama.
“Orang Banjar sangat kada ketuju kalau ada orang hidupnya kada memberi manfaat. Peribahasa ini memang tajam, tapi di situlah pesan moralnya, supaya kita belajar, berilmu, dan bermanfaat bagi orang lain serta lingkungan,” ujar Noorhalis Majid dalam siaran Ragam Budaya “Bacangkurah” Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat (19/12/2025).
“Baguna Tahi Larut”, sebuah ungkapan tradisi Banjar yang mengandung nasihat keras namun mendalam tentang nilai kemanfaatan dalam hidup. Sementara akademisi muda Arif Rahman Hakim menilai ungkapan ini sebagai potret kuat masyarakat sungai Banjar yang sangat dekat dengan alam dan kehidupan sehari-hari di masa lalu.
"Meski konteks sosial sudah berubah, nilai yang terkandung di dalam ungkapan tersebut tetap relevan hingga kini. Bahasanya boleh lahir dari masa silam, tapi pesan pendidikannya lintas zaman. Intinya bagaimana seseorang membekali diri dengan ilmu agar kelak mampu berdiri dan memberi manfaat,” ujarnya.
Selain mengulas makna peribahasa, Bacangkurah juga membuka ruang refleksi tentang tantangan pendidikan dan pola pengasuhan anak di era modern. Perubahan lingkungan, kemajuan teknologi, hingga melemahnya kontrol sosial menjadi bahasan yang dikaitkan dengan relevansi nilai-nilai lokal Banjar.
Noorhalis Majid menambahkan bahwa peribahasa Banjar lahir dari kepedulian mendalam orang tua terhadap masa depan anaknya. Dikatakan, kuitan bahari itu lebih memilih menangis sekarang demi pendidikan anak, daripada menangis penyesalan di kemudian hari.
Siaran Bacangkurah tidak hanya menjadi ruang diskusi budaya, tetapi juga wadah pertemuan gagasan antara budayawan, akademisi, dan masyarakat pendengar. Perbincangan berlangsung interaktif, reflektif, serta memperkaya pemahaman pendengar terhadap kearifan lokal Banjar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....