Sanggar Galuh Pelaihari Hidupkan Budaya Lewat Expo

  • 24 Okt 2025 18:27 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Siaran Pandiran Baisukan , “MaBar – Madihin Bahabar Bersama Madihin Milenial” di Pro4 RRI Banjarmasin edisi Kamis( 23/10/2025), menyoroti semangat pelestarian budaya Banjar melalui kegiatan Expo Sanggar Galuh Pelaihari ke-15.

Siaran yang dipandu oleh Syahril dan Fadil ini menghadirkan narasumber Anzely Ananda, seorang penari dari Sanggar Tari Galuh Pelaihari, yang membagikan pengalaman dan pandangannya tentang pentingnya melestarikan kesenian daerah di tengah arus modernisasi. dalam tema Expo Sanggar Galuh Pelaihari Ke 15 - Mari Lestarikan Budaya.

Dalam perbincangan hangat tersebut, Anzely Ananda mengungkapkan bahwa Sanggar Galuh Pelaihari yang berdiri sejak 2010 telah menjadi wadah pembinaan dan pengembangan seni tari tradisional Banjar.

“Selama 15 tahun kami berupaya menjaga pakem tari tradisional seperti Bangsa Kembang, Radap Rahayu, dan Diam Galuh, sambil tetap membuka ruang untuk kreasi agar generasi muda tetap tertarik,” ujar Nana sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga budaya berarti menjaga jati diri masyarakat Banjar di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Siaran ini juga menyoroti penyelenggaraan Expo Sanggar Galuh Pelaihari ke-15 yang akan digelar pada 2 November 2025 di Qmall Banjarbaru. Acara tersebut merupakan perayaan perjalanan panjang sanggar yang kini beranggotakan sekitar 50 penari dari berbagai usia.

“Expo ini bukan sekadar pertunjukan tari, tapi ajang silaturahmi dan kolaborasi antar-sanggar di Kalimantan Selatan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa seni tradisi masih hidup dan bisa dinikmati semua kalangan,” ucap Nana.

Dalam sesi Madihin yang dibawakan diawal dan akhir acara, Syahril dan Fadil turut menampilkan pantun-pantun Madihin yang berisi pesan moral dan semangat cinta budaya. Dengan gaya khas Banjar, mereka mengajak pendengar untuk ikut bangga terhadap kesenian daerah.

Menurut Nana, dukungan dari media seperti RRI sangat penting untuk memperluas jangkauan pelestarian budaya. “RRI membantu kami mengenalkan seni tari dan budaya Banjar ke masyarakat yang lebih luas. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkarya,” ucapnya penuh semangat.

Selain pertunjukan tari, Sanggar Galuh Pelaihari juga aktif di media sosial untuk menjangkau generasi muda. “Kami memanfaatkan Instagram, YouTube, dan TikTok agar anak-anak muda lebih mudah mengenal tarian Banjar. Dengan cara ini, budaya tidak hanya bertahan di panggung, tapi juga hidup di dunia digital,” ucap Nana.

Ia berharap pendekatan modern ini mampu menarik minat generasi baru untuk ikut menari dan mencintai budaya Banjar.

Melalui siaran Pandiran Baisukan edisi “MaBar”, RRI Pro4 Banjarmasin kembali menegaskan perannya sebagai media yang aktif mendukung pelestarian budaya lokal. Madihin, tari tradisional, dan kisah para pelaku seni menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, budaya Banjar diyakini akan terus berkembang dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....