Pemkot Bandung Pastikan Harga Bahan Pokok jelang Idulfitri Relatif Stabil

  • 12 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi harga bahan pokok di pasaran masih relatif stabil dan terkendali. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung di sejumlah pasar tradisional maupun ritel modern.

‎Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan pihaknya secara rutin melakukan monitoring terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat sejak sebelum bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran.

‎Menurutnya, hasil pemantauan yang dilakukan menunjukkan bahwa secara umum kondisi harga bahan pokok di Kota Bandung masih berada pada level yang stabil.

‎“Disdagin sudah beberapa kali melakukan monitoring bahan pokok masyarakat di pasar tradisional maupun ritel. Mulai dari menjelang bulan puasa hingga saat ini, alhamdulillah hasil pantauan kami menunjukkan kondisi harga bahan pokok di Kota Bandung relatif stabil dan aman,” ujar Ronny, Kamis 12 Maret 2026.


‎Ia menjelaskan, meskipun terdapat beberapa komoditas yang sempat mengalami fluktuasi harga, namun kondisi tersebut masih tergolong wajar. Salah satu komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga adalah cabai.

‎Menurut Ronny, pergerakan harga cabai memang sering terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun demikian, kenaikan tersebut biasanya tidak berlangsung lama dan akan kembali turun setelah pasokan kembali normal.

‎“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, seperti cabai. Kadang ada kenaikan lalu kembali turun, tapi secara umum saat ini kondisinya masih stabil,” katanya.

‎Sementara itu, untuk komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta sebagian besar bahan kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil di pasaran. Adapun kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa jenis daging sapi, khususnya yang memiliki kualitas premium.

‎“Untuk beras dan minyak goreng alhamdulillah stabil. Untuk daging memang ada sedikit kenaikan dibanding sebelumnya, tetapi itu biasanya pada daging dengan kualitas tinggi,” jelasnya.

‎Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia hingga Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Bandung juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Di antaranya dengan Badan Pangan Nasional, distributor, asosiasi pangan, hingga Perum Bulog.

‎Selain itu, Pemkot Bandung juga menggulirkan sejumlah program intervensi pasar guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satunya melalui pelaksanaan program Bazar Murah Utama (Bazmut).

‎Program tersebut dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kota Bandung dengan melibatkan berbagai pihak seperti distributor, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ritel modern, serta jajaran kewilayahan.

‎“Bazar Murah Utama kami gelar di 30 kecamatan. Dalam satu hari kegiatan dilaksanakan di tiga kecamatan dengan melibatkan distributor, BUMN, ritel dan jajaran kewilayahan. Setiap kecamatan ada sekitar 10 tenant yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok,” ungkapnya.

‎Melalui bazar tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, gula, telur, hingga berbagai komoditas pangan lainnya.

‎Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan kolaborasi dengan para petani yang dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan pasokan sayuran dan komoditas hortikultura seperti cabai tetap tersedia dengan harga yang lebih stabil di pasaran.

‎Ronny menegaskan, hingga saat ini kondisi harga bahan pokok di Kota Bandung menjelang Lebaran masih dalam kondisi terkendali.

‎“Intinya kondisi harga bahan pokok menjelang Lebaran stabil. Kalau pun ada kenaikan masih dalam batas wajar dan sifatnya fluktuatif, terutama pada komoditas cabai,” tandasnya.

Rekomendasi Berita