Terminal Cicaheum Gelar Tes Urin dan Pemeriksaan Kesehatan Sopir
- 12 Mar 2026 14:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pengelola Terminal Cicaheum menggelar pemeriksaan kesehatan dan tes urin bagi para sopir angkutan umum. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah memastikan keselamatan dan kesiapan pengemudi serta kendaraan yang beroperasi di terminal tersebut.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pemeriksaan meliputi tes urin untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan kesehatan, serta pengecekan kondisi kendaraan angkutan.
“Untuk Terminal Cicaheum sendiri, saat ini terdapat sekitar 165 armada dari berbagai perusahaan otobus yang melayani angkutan antarkota maupun antarkota antarprovinsi. Selain armada utama, juga disiapkan armada bantuan atau cadangan yang dapat digunakan apabila terjadi lonjakan penumpang,” ujar Asep, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya, pemeriksaan juga menyasar para pengemudi yang datang dari berbagai trayek sebelum memasuki area terminal. Hal ini dilakukan untuk memastikan para sopir berada dalam kondisi fisik yang sehat dan siap mengemudi demi menjaga keselamatan penumpang.
“Hari ini kami sudah melakukan pengecekan terhadap beberapa pengemudi. Sementara ini baru sekitar dua hingga tiga orang pengemudi yang menjalani pemeriksaan kesehatan secara langsung di lokasi,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan tes urin bekerja sama dengan pihak terkait untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum.
Asep menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, seluruh pengemudi yang telah menjalani tes urin dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
“Untuk hasil pemeriksaan narkoba yang dilakukan bersama pihak terkait, hasilnya negatif. Tidak ditemukan pengemudi yang menggunakan narkoba,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum kondisi kesehatan para pengemudi yang telah diperiksa juga dalam keadaan baik. Namun apabila nantinya ditemukan pengemudi yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk mengemudi, pihak terminal akan menyarankan agar yang bersangkutan tidak menjalankan tugas terlebih dahulu.
“Secara umum kondisi kesehatan pengemudi aman. Jika ada yang tidak layak mengemudi, kami akan menyarankan untuk beristirahat atau tidak beroperasi sementara. Tim kesehatan juga akan memberikan penanganan atau pemeriksaan lanjutan jika diperlukan,” tandasnya.