ORIS Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

  • 12 Mar 2026 11:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) kepada masyarakat Jawa Barat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperluas partisipasi investor ritel dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

‎Sosialisasi ORIS digelar pada Rabu 12 Maret 2026)di Braci Resto by Matoa, Kota Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri Team Leader Divisi Keuangan dan Hubungan Investor PT SMI Niko F. Simatupang, serta perwakilan Joint Lead Underwriter yang diwakili Head of Investment Banking Capital Market PT BRI Danareksa Sekuritas Edwin Sukri.

‎Kegiatan sosialisasi kepada investor daerah ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran resmi ORIS yang sebelumnya dilaksanakan pada Senin 9 Maret 2026 di Jakarta. Melalui instrumen investasi ini, PT SMI ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan potensi imbal hasil bagi investor, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional.

‎Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menjelaskan dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada berbagai proyek yang telah melalui proses penilaian risiko secara ketat.

‎“Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial dan lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya,” ujar Pradana, Kamis 12 Maret 2026.

‎Menurutnya, PT SMI ingin memastikan investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen investasi dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga memiliki keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

‎Penerbitan ORIS merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar. Pradana menegaskan bahwa dalam penerbitan instrumen ini PT SMI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang kuat.

‎“Sebagai Development Financial Institution (DFI), setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif,” ucapnya.

‎Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, PT SMI memiliki mandat untuk mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai skema pembiayaan inovatif. Sejak berdiri pada 2009, PT SMI telah membiayai berbagai proyek strategis di sejumlah sektor, seperti transportasi, energi terbarukan, fasilitas kesehatan, hingga penyediaan air minum.

‎PT SMI menilai Jawa Barat memiliki potensi besar dalam memperkuat basis investor ritel domestik. Hal ini seiring dengan meningkatnya literasi investasi masyarakat di wilayah tersebut. Selain dikenal aktif dalam kegiatan kewirausahaan, masyarakat Jawa Barat dinilai semakin menunjukkan minat yang tinggi dalam kegiatan investasi.

‎Sedangkan Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti mengatakan, melalui ORIS masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional sekaligus memperoleh manfaat investasi.

‎“Tentunya akan ada kebanggaan tersendiri ketika kita mengetahui bahwa investasi kita turut mendukung pembangunan yang berdampak nyata bagi bangsa. Kami ingin menghadirkan instrumen yang bukan hanya rasional secara finansial, tetapi juga bermakna secara sosial,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, partisipasi masyarakat melalui ORIS diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat literasi dan kedewasaan investasi di Indonesia.

‎Sementara itu, data Kementerian Investasi/BKPM RI mencatat realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun. Angka tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

‎Peningkatan investasi ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pengembangan industri, usaha kecil dan menengah, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

‎Iklim investasi yang terus berkembang dengan memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan dinilai sejalan dengan semangat ORIS. Melalui instrumen ini, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan sekaligus memperoleh manfaat investasi yang berdampak bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

‎Dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memenuhi prinsip keberlanjutan sesuai pedoman Sustainable Funding Framework PT SMI. Proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan air bersih.

‎ORIS menawarkan dua pilihan tenor, yakni 1 tahun atau 370 hari kalender dengan kupon 5,60 persen per tahun, serta tenor 3 tahun dengan kupon 6,05 persen per tahun. Nilai minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 juta dengan kelipatan tambahan Rp1 juta.

‎Dalam proses penawaran umum ini, PT SMI bekerja sama dengan sejumlah Joint Lead Underwriter, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

‎Melalui sosialisasi di Bandung ini, PT SMI berharap ORIS semakin dikenal masyarakat dan dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang turut memperkuat ekosistem pembiayaan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita