Pemkab Garut Libatkan AIC Kembangkan Industri Kulit
- 07 Mar 2026 11:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Siang itu di Pamengkang, Pendopo Garut Jawa Barat, suasana hangat dan penuh keakraban, begitu mencair mewarnai pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Garut melalui Bupati Abdusy Sakur Amin bersama delegasi IPB University dan Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC). Bupati Garut Abdusy Sakur Amin menyebut pertemuan strategis dari kalangan akademisi dan pakar internasional tersebut, menjadi langkah awal transformatif bagi sektor industri unggulan Garut, khususnya industri kulit, untuk menembus pasar global.
Ia menjelaskan, AIC merupakan lembaga koordinator kolaborasi yang membawahi sekitar 10 universitas ternama, termasuk IPB, yang kini memfokuskan perhatiannya pada potensi lokal Kabupaten Garut."Kami berdiskusi mengenai pengembangan sektor industri di Kabupaten Garut, dengan fokus utama pada industri kulit. Saya sangat yakin kerjasama ini dapat terjalin dengan baik dan mampu membuahkan hasil untuk mesejahterakan masyarakat Kabupaten Garut," ujarnya.
Dibagian lain, Wakil Rektor IV IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Iskandar Z. Siregar, memaparkan bahwa kedatangan timnya bertujuan untuk mendiskusikan concept note bertajuk "Integrated Industrial Development"."Kami akan melakukan identifikasi rinci mengenai permasalah apa yang dihadapi sektor kulit (leather Industry) saat ini. Tim akan mencoba perkuat konsep perencanaan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar implementasinya berjalan optimal," jelas Iskandar
Dan pihaknya menurut Iskandar, akan melakukan secara rinci mengenai permasalahan yang dihadapi dalam sektor industri kulit, tidak sampai disitu, ia juga akan memperkuat konsep perencanaan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar implementasinya berjalan optimal. Kami akan melakukan identifikasi rinci mengenai permasalah apa yang dihadapi sektor kulit (leather Industry) saat ini. Tim akan mencoba perkuat konsep perencanaan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar implementasinya berjalan optimal," jelas Iskandar.
Hal selaras juga disampaikan, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB University, Heti Mulyati, Ia berharap sektor industri Kulit di Kabupaten bisa menjangkau pasar global dengan produk yang dihasilkan taraf unggul serta bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Garut.Mudah-mudahan dengan kolaborasi antar Universitas dan Pemerintah dilevel nasional hingga daerah, bisa kita perkuat lebih dalam lagi," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC), Kevin Evans, menyatakan kekagumannya terhadap potensi agrobisnis di Garut. Ia mengenang kualitas kulit Garut yang telah ia kenal sejak belasan tahun lalu dan melihat peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh."Ide kolaborasi beraama IPB ini muncul karena kami memiliki peluang untuk menguatkan kembali sektor industri kulit. Kami berharap sektor ini mampu menjangkau pasar global dengan mengaitkan AIC sebagai penyedia teknologi, supplier, maupun akses pasar," tuturnya.
Ia berharap sektor ini mampu menjangkau pasar global dengan mengaitkan AIC sebagai penyedia teknologi, supplier, maupun akses pasar.
Sebagai tindak lanjut, pihak IPB dan AIC berencana menggelar workshop dalam bentuk kick-off meeting dengan mengundang berbagai pihak relevan untuk mendesain strategi keberhasilan industri kulit Garut.