Pemkot Tasikmalaya Tindak Lanjuti Optimalisasi Layanan Transportasi Udara
- 25 Feb 2026 21:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen dalam mendorong optimalisasi pelayanan jasa transportasi udara di Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya. Hal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Tasikmalaya pada kegiatan audiensi bersama Kepala UPBU Cakrabhuwana Cirebon Kementerian Perhubungan pada 17 Desember 2025, serta hasil Rapat Koordinasi Lanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya pada 20 Februari 2026.
Kepala Diskominfo Kota Tasikmalaya Amran Saefullah mengatakan, sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan audiensi dengan manajemen maskapai Citilink. “Audiensi ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama dan dukungan operasional guna meningkatkan konektivitas penerbangan dari dan menuju Tasikmalaya, “ katanya melalui keterangan yang diterima RRI, Rabu 25 Februari 2026.
Setelah melakukan Audiensi kata Amran, pada Kamis, 26 Februari 2026, rombongan Pemerintah Kota Tasikmalaya juga dijadwalkan melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Konsultasi ini difokuskan pada aspek regulasi dan dukungan pembiayaan daerah yang memungkinkan pemerintah daerah berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan layanan transportasi udara.
Langkah strategis ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan daya saing Kota Tasikmalaya di tingkat regional maupun nasional.
Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis bahwa sinergi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pihak maskapai akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang andal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara sebelumnya Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya pernah beroperasi melayani penerbangan komersial. Akan tetapi saat ini terhenti, karena pengguna jasa penerbangan masih sedikit
“Mudah- mudahan ke depan ada lagi. Sayang, tapi kalau bisa pesawat kecil dulu,” kata Hendra warga Dadaha.