Banyak Ngopi Kurang Air Putih, Picu Gangguan Kesehatan
- 31 Jan 2026 21:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Kebiasaan minum kopi berlebihan tanpa diimbangi air putih ternyata dapat berdampak serius bagi kesehatan pria. Hal tersebut diungkapkan dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Saddam Ismail, melalui kanal YouTube dr. Saddam Ismail, yang kerap membahas gaya hidup sehat berbasis medis.
Menurut dr. Saddam, banyak pria saat ini menjadikan kopi sebagai minuman utama dengan alasan agar tetap fokus, melek, atau sekadar gaya hidup. Padahal, kopi memiliki sifat diuretik yang dapat memicu dehidrasi jika tidak dibarengi asupan air putih yang cukup. “Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, bukan kopi. Kalau isinya kopi terus, organ dalam akan bekerja lebih berat,” ungkap dr. Saddam Ismail.
Ia menjelaskan, dampak paling awal dari kebiasaan tersebut adalah gangguan ginjal. Kafein memaksa ginjal bekerja lebih keras membuang cairan melalui urin. Jika cairan yang keluar tidak digantikan, urin menjadi pekat dan berisiko memicu pembentukan batu ginjal. “Secara medis, pria memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena batu ginjal dibandingkan wanita,” kata dr. Saddam.
Selain ginjal, kurang minum air putih akibat konsumsi kopi berlebih juga berdampak pada sistem peredaran darah. Dehidrasi membuat darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memompanya. Kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi, pusing, mudah lelah, hingga gangguan konsentrasi.
Baca juga : Ini Penjelasan Keutamaan Bulan Sya'ban
Tak hanya itu, dr. Saddam menyoroti efek kopi berlebihan terhadap hormon pria. Konsumsi kafein berlebih dapat meningkatkan hormon stres atau kortisol yang berujung pada penurunan produksi testosteron. “Testosteron itu penting untuk energi, massa otot, dan libido pria,” ujarnya.
Dari sisi pencernaan, kebiasaan minum kopi saat perut kosong juga dapat memicu peningkatan asam lambung, gangguan lambung, hingga rasa perih di dada. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi sehingga tubuh tetap terasa lemas meski sudah makan.
Sebagai solusi, dr. Saddam membagikan tips sehat bagi pecinta kopi. Salah satunya adalah aturan one to two, yakni setiap satu cangkir kopi harus dibarengi dengan dua gelas air putih. Selain itu, ia menyarankan membatasi konsumsi kopi maksimal dua hingga tiga cangkir per hari serta menghindari minum kopi langsung setelah makan.
“Waktu terbaik minum kopi adalah pukul 09.30 sampai 11.30 siang, dan sebaiknya dihentikan setelah sore hari agar tidak mengganggu kualitas tidur,” jelas dr. Saddam Ismail.
Ia menegaskan, kopi bukanlah musuh kesehatan jika dikonsumsi secara bijak. Namun, kebiasaan mengabaikan air putih dapat membuat kopi berubah menjadi ancaman serius bagi ginjal dan kesehatan jangka panjang. “Nikmati kopinya, tapi sayangi ginjalnya,” pungkasnya.