Ketua DPRD Jabar Dorong Pengembangan Rebana Berbasis Investasi Global

  • 16 Mar 2026 11:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pengembangan kawasan ekonomi di wilayah utara Jawa Barat terus menjadi fokus pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu yang saat ini didorong pengembangannya adalah Kawasan Rebana, yang diproyeksikan menjadi pusat industri dan investasi baru di provinsi tersebut.

Kawasan Rebana meliputi sejumlah daerah strategis di Jawa Barat, di antaranya Subang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Cirebon, Kota Cirebon. Wilayah ini dinilai memiliki posisi strategis karena didukung berbagai infrastruktur besar yang telah dibangun pemerintah, seperti Bandar Udara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban.

Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, mengatakan pihaknya memiliki harapan besar terhadap pengembangan kawasan tersebut karena dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Jawa Barat. Hal itu disampaikan Buky dalam diskusi bersama Badan Pengelola Kawasan Rebana yang dipimpin oleh Helmy Yahya selaku Kepala Pelaksana.

Helmy Yahya menjelaskan bahwa Kawasan Rebana memiliki berbagai potensi besar yang dapat dimaksimalkan, terutama dengan dukungan infrastruktur strategis yang sudah tersedia. Ia menyebut keberadaan bandara internasional dan pelabuhan besar menjadi keunggulan kompetitif kawasan tersebut untuk menarik investasi.

“Insyaallah ini akan menjadi proyek pengembangan besar. Kita punya semua potensi, ada Bandara Kertajati dan juga Pelabuhan Patimban. ” ujar Helmy, Senin 16 Maret 2026.

Menurutnya, ke depan pengelolaan kawasan tersebut juga diwacanakan untuk dikembangkan dalam bentuk badan usaha. Ia menyebut agar pengelolaannya lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

“Kalau menjadi badan usaha akan lebih mudah karena bisa berjalan secara business to business dan tidak menjadi beban pemerintah. Dari sana juga bisa menghasilkan PNBP atau penerimaan negara bukan pajak dari jasa yang diberikan,” kata Helmy.

Sementara itu, Buky menegaskan bahwa pembangunan Kawasan Rebana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia di daerah sekitar. Ia menilai pembangunan kawasan industri harus dibarengi dengan program peningkatan kapasitas masyarakat, agar warga di sekitar kawasan dapat berpartisipasi langsung dan memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut.

“Sebagai wakil DPRD, tentu kami memiliki harapan besar terhadap pengembangan kawasan ini. Namun yang paling penting adalah tetap memperhatikan aspek sosial. Presiden telah merancang pengembangan kawasan di wilayah tersebut, sehingga sumber daya manusianya juga harus dipersiapkan terlebih dahulu melalui berbagai pelatihan dan pendidikan. Saya ingin ada keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan pembangunan kemampuan masyarakatnya.” ujarnya.

Buky menambahkan, tujuan utama dari pengembangan Kawasan Rebana adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di wilayah Jawa Barat, khususnya di kawasan utara yang selama ini dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia juga menegaskan bahwa DPRD Jawa Barat pada prinsipnya akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya DPRD Jawa Barat tentu akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Karena pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” tegasnya.

Dengan dukungan infrastruktur strategis, kawasan industri, serta kebijakan pemerintah yang pro-investasi, Kawasan Rebana diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini dapat menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja luas sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Barat di tingkat nasional maupun global.

Rekomendasi Berita