Wamendikdasmen Luncurkan Program Bantuan Pendidikan
- 02 Mei 2025 20:39 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Pada momentum Hari Pendidikan Nasional (HPN) 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI meluncurkan Program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan, diantaranya Program Digitalisasi Pembelajaran.
Peluncuran dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi PCO Isra Ramli, Wakil Bupati Kab Bandung Ali Syakieb, Kepala BBGP, serta jajaran Pengurus SD Islam Terpadi Persis, di SD IT Persis Ciganitri Kab Bandung. Jumat (2/5/2025).

Wamendikdasmen Latipulhayat mengatakan, guna mewujudkan visi Indonesia Maju, saat ini pemerintah tengah mengakselerasi berbagai program prioritas pendidikan, salah satunya melalui digitalisasi pembelajaran.
“Di sekolah ini simbolis, nanti di bulan juni program rehabilitasi sekolahnya menyeluruh. Sedangkan untuk digitalisasi pembelajaran dialokasikan 18 ribu smarttv, bertahap dan sebelumnya kita pastikan dulu sekolah itu jaringan internet dan daya listriknya,” kata Wamen.
“Melalui digitalisasi pembelajaran, kita tidak hanya mendorong penguasaan teknologi, tetapi juga memperkuat literasi, numerasi, dan pemahaman sains yang menjadi fondasi penting bagi generasi masa depan,” imbuhnya.
Lanjutnya, Hal ini pun sejalan dengan Asta Cita ke-4, program Presiden Prabowo yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Terkait anggaran yang disiapkan dalam program tersebut, Wamen Latipulhayat menyampaikan 17 triliun lebih untuk perbaikan fisik sekolah. “Programnya untuk perbaikan fisik sekolah, bantuan transfer guru langsung, digitalisasi pendidikan dan bantuan pendidikan guru belum S1,” bebernya.
Wamendikdasmen pun menekankan bahwa pendidikan bermutu menjadi kunci bangsa akan maju. “Pendidikan bermutu adalah jalan menuju bangsa maju, demi masa depan anak generasi emas. Keyakinan dan optimisme kita semua,” jelasnya.
“Sekolah diharapkan dapat memanfaatkan platform digital yang tersedia, serta meningkatkan kapasitas guru dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Karena itu, konteks hari ini, majunya pendidikan tak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi sebagai penunjang,” ujarnya.
“Mari kita dorong terciptanya ruang-ruang belajar yang bermakna, menyenangkan, dan penuh kesadaran, yang mendukung lahirnya generasi pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dengan dunia yang terus berubah,” pungkasnya.