Pemkab Subang Libatkan PKK dalam Sosialisasi Anti Korupsi

  • 18 Nov 2025 12:18 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang : Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Inspektorat Daerah, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang. Kegiatan ini mengusung tema, “Terwujudnya Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-Nilai Anti Korupsi”.

Ketua Penyelenggaran Eka mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran, mengenai pentingnya penanaman nilai-nilai anti korups,i dalam kehidupan keluarga, "Memperkuat peran perempuan sebagai pelopor keluarga berintegritas, menuju masyarakat Subang yang bersih dan berakhlak," tutur Eka.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Subang R. Memet Hikmat menjelaskan, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan dengan melibatkan para Kepala OPD dan Camat. Budaya korupsi akan berdampak panjang, termasuk kehidupan keluarga pada aspek psikologis c

"Ibu-ibu, kami harapkan ibu-ibu saling mengingatkan, karena hal-hal seperti itu sangat mengganggu kita kedepannya," ujar Memet.

Menurutnya, tindakan koruptif menjadi perhatian bersama, sehingga diperlukan upaya preventif dan kuratif, yang dimulai dari lingkungan keluarga. “Perhatian masayarakat sangat besar terhadap tindakan Korupsi tersebut,” tegasnya.

Ia pun menghimbau, agar TP PKK turut menjadi motor penggerak, pencegahan korupsi dilingkungannya masing-masing. Puncak pelaksanaan HAKORDIA tahun 2025, direncanakan akan berpusat di Yogyakarta pada tanggal 9 Desember 2025 mendatang.

“Saya nitip, kepada ibu-ibu untuk mengingatkan kepada para aparatur kecamatan, untuk senantiasa berhati-hati, terhadap tindak pidana korupsi,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy, dengan tegas menyampaikan, korupsi bukan hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga merusak tatanan moral, merusak sistem, serta merusak masa depan bangsa, sehingga diperlukan upaya kolektif, dan kesadaran beraama untuk menuntaskannya. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama, di mana seluruh elemen masyarakat memiliki peran di dalamny,” ungkap Ega.

Secara mendasar ia menekankan kepada seluruh peserta, untuk mampu menginternaslisasi materi pencegahan korupsi di kehidupan sehari-hari. “Saya berharap, kita semua dapat memperkuat pemahaman mengenai betapa besar dampak negatif korupsi, serta memahami bagaimana cara mencegahnya, dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia mengunkapkan, pencegahan ini bukan hanya dilakukan di tingkat pemerintahan, tetapi dimulai dari hal kecil di lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, karakter dasar budaya koruktif, terjadi dilingkungan keluarga, maka diperlukan penanaman karakter yang baik di rumah. “Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas, harus menjadi karakter dasar yang kita tanamkan di rumah, kita ajarkan kepada anak-anak,” tuturnya.

Dia pun mengungkapkan, apabila keluarga kuat dalam nilai anti korupsi, maka masyarakat pun akan lebih kuat dalam menolak praktik-praktik yang merusak ini.

"Sesederhana itu kita mengajarkan anti korupsi sejak dini kepada anak anak kita," tambahnya.

Dirinya mengajak, seluruh elemen masyaralat Kabupaten Subang, khususnya Anggota PKK, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat, yang bersih dari korupsi. ”Menambah kesadaran kita semua, akan pentingnya membangun budaya anti korupsi, dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita