Nasib Penjual Arloji Keliling Ditengah Masifnya Online Shop

  • 10 Des 2025 16:56 WIB
  •  Bandung

KBRN,Garut : Konsisten dan berdedikasi, dua kata yang pantas disematkan kepada Dalfiah (45) penjual arloji dan kacamata keliling. Warga Palembang Sumatera Selatan yang merantau di Kabupaten Garut selama hampir 21 tahun tersebut tidak kenal kata menyerah dalam situasi dan kondisi apapun.

"Alhamdullilah sudah 21 tahun saya menjalani profesi ini dan tidak pernah menjalani profesi lain," katanya, di Garut, Rabu (10/12/2025).

Selama proses menjalani profesinya sebagai penjual jam tangan keliling, Ia sudah merasakan pasang surut dalam menekuni usahanya tersebut. Pria paruh baya beranak tiga itu mengaku sempat mengalami masa kejayaan khususnya sebelum covid 19, dimana jam tangan yang dijualnya bisa laku sampai 60 unit perbulannya.

"Ya namanya jualan pak pasti twrjadi pasang surut, dan sempat alami masa kejayaan khususnya sebelum covid, pemasaran cukup lancar hingga bisa menyisihkan untuk simpanan," ujarnya.

Namun sejak pasca covid, penjualnya menurun drastis hingga 75 persen,sehingga hanya cukup untuk mememnuhi kebutuhan sehari hari saja tidak ada lebihnya untuk ditabung. "Belum lagi penjualan online cukup masif sehingga hal.ini menjadi ancaman dan cukup berpengaruh bagi kami penjual jam keliling," tuturnya.

Ia mengaku sebelum covid, stok barang yang dibelinya dari Pasar Senen Jakarta tersebut bisa ludes terjual tidak tersisa,sehingga sering membeli barang dengan jumlah besar untuk stok bulan berikutnya. "Namun saat ini cukup sulit untuk memasarkan setengah dari stok barang jam tangan yang dimilikinya,"ujarnya.

Selain menjual jam tangan baru dengan berbgai merk mengikuti trend saat ini, dirinya juga menerima service. Selain itu juga tukar tambah hingga ganti batre dengan harga cukup terjangkau ramah dikantong.

Rekomendasi Berita