Pengayuh Beca, Bah Ikin : Hidupi Belasan Anak
- 23 Nov 2025 10:18 WIB
- Bandung
KBRN, Garut : Raut wajah sumringah seolah olah tanpa beban kehidupan menyertai obrolan santai dengan bah Ikin, kakek berusia 65 tahun berprofesi sebagai penarik beca. Bah Ikin mengaku sudah 25 tahun menekuni pekerjaannya tersebut.
Selama dalam kurun waktu puluhan tahun warga Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota itu biasa mangkal didepan klinik Bethesda, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengatakan, penghasilan yang didapat dari mengayuh beca saat ini, jauh berbeda ketika awal merintis profesinya di tahun 1982.
Baca juga:Disparbud Jabar : Pesona Budaya Potensi Pariwisata Garut
Saat ini pendapatannya menurun drastis. "Ya kalau dulu seharinya penghasilan saya bisa diatas 100 ribu, tapi sekarang paling besar hanya 30 sampai 50 ribu dari pagi hingga malam hari,"katanya, Minggu (23/11/2025) di Garut.
Ia mengatakan banyak faktor yang membuat penghasilannya menurun. Seperti ojek online, angkutan kota, serta masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi. Masyarakat yang memanfaatkan jasa kayuh beca, menurutnya drastis.
"Kalau dulu mungkin tidak banyak saingan sehingga banyak warga yang memanfaatkan jasa kami,"katanya.
Bah Ikin yang memiliki 12 orang anak ini juga mengungkapkan, pernah memiliki dua becak. Namun karena kebutuhan ekonomi, salah satu becaknya akhirnya dijual. Kini untuk mempertahankan hidup,, dirinya mengandalkan jasa sewa beca dengan setoran Rp.5000 perharinya.
"Dulu saya sempat punya dua unit beca, ya karena kebutuhan mendesak akhirnya dijual,"ujarnya.
Ia mengakui sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu terbatasnya kemampuan yang dimiliki, menjadi alasan dirinya mempertahankan profesi yang sudah ditekuni puluhan tahun tersebut.
"Ya disyukuri dan dinikmati aja alhamdulillah sampai saat ini saya masih bertahan diusia yang sudah tidak muda dan tidak sekuat dulu,"ujarnya.