Realita dan Ilusi Gaya Hidup Generasi Z di Instagram
- 13 Mar 2026 09:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda saat ini. Platform seperti Instagram sering digunakan untuk membagikan aktivitas sehari-hari, pencapaian, hingga gaya hidup yang terlihat menarik dan estetik.
Di media sosial, kehidupan seseorang sering terlihat sempurna dan penuh kebahagiaan. Namun sebenarnya yang ditampilkan di Instagram biasanya hanyalah potongan kecil dari kehidupan yang telah dipilih dan disunting sebelum dibagikan ke publik.
Fenomena ini banyak memengaruhi cara generasi muda memandang kehidupan sosial. Penelitian dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (JTIK) menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dapat memengaruhi perubahan gaya hidup generasi Z, baik dalam cara berpakaian, pola konsumsi, maupun cara mengekspresikan diri di ruang digital.
Selain itu, media sosial juga sering mendorong munculnya perilaku konsumtif di kalangan generasi muda. Penelitian dalam Jurnal Masharif Al‑Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah menemukan bahwa gaya hidup dan penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif generasi Z.
Hal ini terjadi karena generasi muda sering membandingkan kehidupannya dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Ketika melihat gaya hidup yang tampak mewah atau sempurna di Instagram, sebagian orang merasa terdorong untuk mengikuti tren tersebut meskipun tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata mereka.
Padahal dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang juga menghadapi berbagai tantangan yang jarang ditampilkan di media sosial. Banyak proses, kegagalan, dan perjuangan yang tidak terlihat karena pengguna lebih memilih membagikan momen terbaik dalam hidupnya.
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa kehidupan di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas yang sebenarnya. Kesadaran ini dapat membantu generasi Z menggunakan media sosial secara lebih bijak tanpa terjebak dalam perbandingan gaya hidup yang tidak realistis.